Fakta Tentang Kedelai

Dian Ekasari Putri @bundapoetri:

Kedelai masuk dalam kelompok leguminaceae dikenal sbg bahan pangan yang mengandung banyak protein nabati,sktr 35-38%,kualitas unggul sktr 40-44%.

Kedelai adalah satu2nya leguminosa yang proteinnya mengandung as amino esensial lebih lengkap dbanding kelompok leguminosa lainnya.

Namun demikian kedelai mengandung sedikit sekali asam amino methionin seperti halnya kelompok leguminosa lainnya.

Selain mengandung zat gizi, kedelai juga mengandung komponen yang merugikan bagi kesehatan, dikenal dengan istilah anti gizi.

Anti gizi pd kedelai antara lain: tripsin inhibitor, hemaglutinin dan asam fitat. Selain itu juga terdapat kelompok polisakarida penyebab flatulen.

Selain dinikmati dengan cara perebusan, kedelai banyak dikonsumsi dengan diolah menjadi susu kedelai melalui beberapa proses tahapan.

Prosesnya antara lain : dibersihkan, direndam 6-8 jam, dicuci dibilas, direbus, digiling,disaring, direbus kembali dengan penambahan gula dan essence.

Dari proses pembuatan susu kedelai, terlihat bhwa pencucian dan perebusan dilakukan beberapa kali, hal ini bertujuan untuk mengurangi bau langu kedelai dan mereduksi zat anti gizi pada kedelai. Tetapi bau langu dan zat anti gizi tersebut tidak hilang seluruhnya.

Mengurangi rasa dan bau langu khas kedelai dan mereduksi zat anti gizi. Zat anti gizi tersebut tidak hilang hnya berkurang kadarnya.

Trispsin inhibitor dapat mengikat enzym trispsin sehingga tidak bisa bekerja maksimal, hemaglutinin merupakan zat yang bisa menyebabkan penggumpalan darah.

Asam fitat merupakan zat yang dapat mengikat mineral seperti kalsium, magnesium, seng dan tembaga sehingga berpotensi mengganggu penyerapan mineral dalam tubuh.

Selain itu, asam fitat juga bisa berikatan dengan protein sehingga menurunkan daya cerna protein dari suatu makanan.

Sedangkan polisakarida dari kedelai bisa menyebabkan flatulen pd manusia dengan gejala perut kembung, kentut2 bahkan ada yang mengalami diare.

Flatulen terjadi krn manusia tidak dapat mencerna polisakarida flatulen sehingga dicerna oleh bakteri dalam usus menjadi CO2, methana dan hydrogen.

Yang menjadi pertanyaan, apakah kedelai dan susu kedelai bisa menyebabkan seseorang menderita defisiensi protein dan mineral?

Hal tersebut tergantung pada berapa banyak dan berapa sering ia mengkonsumsi kedelai serta bagaimana variasi makanannya sehari-hari.

Defisiensi terjadi apabila kedelai dikonsumsi rutin serta menu makanan sehari tidak bervariasi dan tidak bergizi seimbang.

Demikian kultwit tentang kedelai dan susu kedelai, tuntas sudah janji saya utk kultwit ya pak @erikarlebang have a nice wikeeenn epriwaaann!

Setelah kultwit tadi, jangan jadi parno utk konsumsi kedelai dan berbagai olahan makanan lainnya, yang menjadi tantangan adalah siapkan menu bergizi ya.

Menu makanan tiap hari harus bergizi seimbang dan bervariasi…agar kekurangan suatu bahan pangan bisa dtutupi oleh bahan pangan lainnya.

kedelai

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s