Alkohol Bisa Bikin Langsing?

Mengomentari pertanyaan tentang “jadi minum alkohol sambil olahraga bisa bikin langsing?” Ketimbang berkembang salah, mari kita luruskan

Alkohol adalah substansi yang sebenarnya tempatnya bukan untuk tubuh manusia. Kalaupun ada kegunaan, sedikit sekali!

Prinsipnya alkohol sebagai ‘substansi asing’ masuk ke tubuh, ia akan dianggap sebagai ‘serangan’. Tubuh akan bersiap melawan

Perlawanan tubuh ini akan menguras cadangan enzym yang ada dan dipergunakan tidak semestinya. Unsur penting tubuh dikuras

Cadangan mineral tubuh akan terganggu! Salah satunya kalsium. 2% asupan total, dipakai untuk darah dan gigi, lainnya tulang

Naiknya alkohol ganggu kualitas darah, sementara kalsium yang ada cuma 1%. Kalsium ekstra diperlukan untuk ‘sehatkan’ darah

Segera ‘diambil’ cadangan kalsium terbanyak tubuh untuk menetralisir darah! Persediaan tulang ‘dirampok’! Masalah baru muncul 

Tubuh tidak bisa memastikan berapa jumlah kalsium yang harus dilepas dari tulang ditempatkan dalam darah? Kenapa?

Alkohol buat anomali dalam darah, menstimulasi hormon parathyroid (PTH) untuk melepas kalsium penetral tanpa tahu takaran pas

Jumlah kalsium dalam darah yang meningkat beri ragam masalah baru, salah satu yang populer problem arteri mengarah ke jantung

Kelebihan kalsium juga repotkan kerja liver, empedu & ginjal. Kini paham kenapa peminum alkohol umum punya masalah organ itu?

Belum lagi kerja liver yang sejatinya meningkat berkali lipat, karena berusaha ‘menawarkan’ unsur alkohol yang dianggap asing

Awam pun tahu, peminum alkohol berat umumnya punya masalah dengan liver. Tapi kini kita tahu, masalah lain yang menyertai

Tahun 2002, Tufts University di Boston, menemukan dalam risetnya, peminum alkohol punya problem rapuh atau retak tulang dini

Di areal panggul dan tulang belakang, sesuatu yang secara alamiah baru terjadi di usia lanjut. Tapi tidak bagi peminum alcohol

Bagaimana dengan alkohol saat berolahraga yang diklaim melangsingkan? Satu logika mekanisme tubuh bisa jelaskan fenomena ini 

Alkohol memiliki sifat diuretikal! Pembuang cairan tubuh namun bersifat negatif yang terburuk! Lebih buruk dari teh dan kopi

Jadi yang terjadi adalah saat Anda minum alkohol saat berolahraga, tubuh mengalami defisit persediaan cairan, dehidrasi, parah

Dan buruknya lagi, alkohol mampu menghilangkan sensasi aphestat, sensor lapar-haus manusia. Akibatnya rasa ingin minum hilang

Akhirnya cadangan air tubuh terkuras tanpa disadari dan tak terganti! Berat tubuh memang menjadi berkurang, tapi itu semu

Dan kurangnya cairan tubuh secara ekstrim, akumulatif, akan menghasilkan efek kerusakan sistemik jangka pendek maupun panjang

Jadi konsumsi alkohol pada saat berolahraga beri efek perusakan dari beragam sisi: kekacauan mineral, sistem tubuh & dehidrasi

RT @vernopp: Sedahsyat itu efek alkohol,klo wine gmn yah dl wkt hbs melahirkan di suruh minum wine tiap mlm segelas kecil

Alkohol jumlah kecil, memiliki efek menciptakan hormon Estradiol (kalo gak salah inget) derivative dari estrogen. Bisa untuk memadatkan tulang dan baik untuk jantung. Tapi dalam prakteknya, konsumsinya harus sedikit dan tidak rutin

Saat banyak, hukum pengacauan mineral akan lebih dominan. Pembentukan estradiol tidak berlaku bagi wanita menopause

by Erikar Lebang | Twitter: @erikarlebang

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s