Analogi Aquarium

Erykar ‏ @erikarlebang

Ketawa sendiri saat dicurhati teman yg sedang mencoba hidup sehat, makan bersama sang ayah yang kebetulan ahli medis kenamaan

“Gile bokap, dia ketawain gue makan steak dengan salad berenteng-renteng, dibilang gue kayak kambing!” Omelnya panjang lebar

Sambil meledek sang ayah memamerkan sederetan obat dan suplemen yang akan ia konsumsi pasca menyantap steak tadi. “Praktis!”

Lahir sbg anggota keluarga medis kelas berat, hal demikian sudah bukan merupakan cerita normal bagi saya. Been there for sure!

Saya sudah bisa menebak kemana ‘garis akhir’ ayah teman saya ini akan berujung. Karena telah terjadi di riwayat keluarga saya

Daripada buang waktu bahas fenomena menyesatkan dari seorang tokoh kesehatan (yg mestinya menjadi panutan) mari bangun logika

Siapa yg punya aquarium? Kalau tidak punya, pasti setidaknya pernah melihat. Analogi familiar bukan? Aquarium, air dan ikan

Analogikan tubuh sebagai aquarium: air sebagai media cairan pembentuk tubuh (darah, lemak dll), ikan sebagai sel dan organ

Saat air di aquarium bersih, ikan bisa hidup dengan sejahtera. Pun harus regular beri makanan yg sesuai dengan kebutuhan ikan

Dimana makanan yg masuk dimakan oleh ikan dengan baik, tidak mengotori dan mengganggu kualitas air. Harmoni aquarium akan baik

Tapi bayangkan saat makanan yg Anda masukan dalam aquarium ada setumpuk makanan sampah yg tidak dibutuhkan oleh ikan tersebut

Makanan itu tidak dimakan oleh ikan akan menumpuk di aquarium dan membusuk, menurunkan kualitas air, membuatnya menjadi asam

Bisa dibayangkan bagaimana dengan kondisi ikan dalam aquarium itu. Mudah sakit, mudah mati! Bisa jadi Anda berusaha selamatkan

Mungkin dengan beri oksigen lebih, ganti air berkala atau apalah? Hanya saja kebiasan memberi makan asal berlangsung terus

Bisa dipastikan ikan dalam aquarium Anda tidak ada yg berumur panjang, dan pasti rutin sekali digantikan oleh ikan yang baru

Sampai pemiliknya bosan dan menganggap bahwa hal ini adalah hobi yang membuang waktu dan akhirnya mempensiunkan aquarium itu

Mungkin Anda akan katakan analogi saya berlebihan. “Tidak ada orang sebodoh itu dalam memelihara ikan dalam aquarium” Benar!

Hanya saja analogi demikian terjadi dengan sangat wajar dalam kehidupan manusia! Silahkan mengacu kepada cerita teman tadi

Ia mencemari sendiri tubuhnya dengan beragam makanan yg ‘tidak dibutuhkan’ secara akumulatif, hingga tubuhnya seperti aquarium

Yang membuat ikan tidak bisa hidup lama di dalamnya. Bedanya, bila ikan merana lalu mati, kita tahu dan bisa segera diganti

Tapi saat organ menderita, kita tidak bisa tahu. Bahkan saat ia sudah mengirimkan signal, kita mengacuhkan atau melumpuhkannya

Dengan mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit semisal. Atau juga bisa mencoba mengkonsumsi obat ‘penawar’ hal buruk

Masalahnya upaya tadi tidak satupun mampu ‘membersihkan’ air dalam aquarium tubuh agar organ bisa ‘hidup’ sejahtera di dalam

Air akan terus menerus ‘kotor’ semakin ‘asam’, perlahan merusak dan mematikan organ, hingga tubuh memutuskan untuk ‘pensiun’

Anda bisa katakan analogi itu bodoh. Tapi sejujurnya itu benar terjadi. Dan makin buruk dari waktu ke waktu.

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s