Aspartam

Terkait sikap hati-hati atau ketakutan terhadap pemanis buatan Aspartam yg kemudian dilecehkan sebagai mitos. Mari kita sikapi bijak.

Kewaspadaan terhadap aspartam sangat beralasan. Pertama walau dibeberbahan asam amino biasa, Fenilalanin dan asam aspartat! Tapi kenyataannya banyak bahan dasar yg dilindungi paten dan tidak diinformasikan pemiliknya.

Food and Drug Administration (FDA) memang beri rekomendasi. Tapi dengan memberi catatan khusus dan sangat berhati-hati 

Pemakaiannya tidak boleh melebihi 40-50 mg/kg berat tubuh. Indikasi ada sesuatu yg tdk baik bagi kesehatan dari awal

Nah, keterhati-hatian ini yg tidak diakomodir oleh produsen yang memanfaatkan aspartam dalam produk mereka

Seakan dengan aspartam, Anda dipersilahkan kembali dapat menikmati ‘manisnya hidup’ tanpa batas!

Akibat promosi sering dilupa bahwa konsumsi maksimum tersebut berbasis pada toleransi tubuh terhadap sesuatu yang tidak baik 

So, kenapa dipaksakan? Bila memang ada yg tidak baik di sana? Apakah Aspartam dijadikan pelarian pecinta manis?

Tapi malah ciptakan pemanis buatan yang fasilitasi pecinta manis punya ‘pelarian’ konsumsi dalam jumlah berlebih

Salah satu unsur aspartam adalah metil alkohol, yang lebih pas ditempatkan sebagai bahan bakar ketimbang makanan

Di dalam tubuh ia disikapi dengan dikonversi sebagai formaldehida, racun saraf mematikan bersifat karsinogen

Demikian diungkap Dr. Robert dan Shelley Young lewat penelitian teraplikasi di klinik mereka yg telah selamatkan ribuan nyawa 

Penelitian tersebut terekam dalam buku mega seller berjudul “PH Miracle”, terbitan Warner Books, New York, 2002

Dr. Young juga temukan secara empiris kaitan pemakai aspartam rutin dengan ragam penyakit degeneratif yg kian popular

Mulai dari sakit kepala, migren, vertigo, hingga fibromialgia, Multiple Sclerosis, Parkinson, Lupus sistemik hingga Alzheimer 

Kenapa empiris? Krn bila satu persatu ditunggu pencarian bukti ilmiahnya, banyak waktu terbuang dan kian banyak korban baru

Lebih baik hindari atau konsumsi benar-benar sesekali (bukan rutin) untuk hindari kemungkinan terburuk

Berpalinglah kepada produk alami buatan Tuhan. Ketimbang mencari yang artifisial. Dan konsumsi secukupnya

Walau tak praktis diaplikasi. Madu alami, daun stevia, chicory adalah pilihan yang jauh lebih baik ketimbang pemanis buatan 

Dan jangan jadikan itu alasan untuk memanjakan kesukaan Anda thdp hal-hal manis. Tetap anut pola hidup sehat terjaga

Jadi ingat omongannya Dr. Tan Shot Yen dulu tentang Aspartam dan FDA. “Ada skandal antara FDA dengan Splenda produser terbesar aspartame”

“Gak percaya, lo? Cek di http://mercola.com ketik di searchnya FDA-Splenda atau Splenda aja” demikian sahutnya berapi-api 

“siapa yg bisa ngitung TOTAL akumulasi aspartam dr mulai melek mata sampe dia tidur” #DrTanShotYen

“mulai dr tr*picana slim buat teh pagi, sugar free permen, gula podeng, kecap semur, sd zero c*ke! ITUNG!!!” #DrTanShotYen

“Belum akumulasinya dalam darah. Emang nenggak 10 unit hari ini besok dib*r*kin 10-10-nya juga?” #DrTanShotYen

Oleh: Erikar Lebang

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s