Detoks

Apa sih detoks itu? Sebuah konsep efisiensi dari energi tubuh manusia agar ‘pembersihan diri’nya bisa terjadi dengan maksimal 

Detoksifikasi, adalah proses pengeluaran zat bersifat toksin dari dalam tubuh. Bila diprogram, proses ini jadi lebih maksimal

Bagaimana programnya? Dengan memanfaatkan ‘puasa’. Sesuatu yang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak lama sekali

Puasa bila dilakukan dengan benar merupakan konsep detoksifikasi yang bersifat holistik (total) meliputi fisik-pikiran-jiwa

Jadi menempatkan puasa atau detoksifikasi dengan tujuan utama bersifat dangkal seperti ‘turunkan berat badan’ salah total dr awal! 

Manusia memerlukan puasa. Kenapa? Karena secara alamiah manusia memerlukan pembersihan dirinya. Dilihat dari sisi fisik saja

Detoksifikasi kecil terjadi setiap hari dlm tubuh manusia. Semisal buang air besar-kecil, keringat, nafas. Tapi acap tdk cukup 

Detoksifikasi kecil terjadi setiap hari dlm tubuh manusia. Semisal buang air besar-kecil, keringat, nafas. Tapi acap tdk cukup 

Makan sembarangan, pola istirahat buruk, stress, atau pola hidup sehat yang salah, diet asal-asalan dsb, ciptakan beban toksin

Terutama di era modern ini. Dimana banyak ‘hal salah’, demi kepentingan komersil, diiklankan sbg ‘hal benar’. Toksin menumpuk!

Penyakit baru muncul menambah khazanah penyakit yang belum terselesaikan. Kualitas hidup memburuk. Rata-rata usia hidup memendek

Disinilah program detoksifikasi berbasis puasa diperlukan. Ada banyak konsep pemikiran di belakangnya. Dan sangat ilmiah! 

Hiromi Shinya MD, perintis tehnologi endoskopi-pakar pengobatan holistik, dengan jutaan kopi buku kesehatannya yang telah terjual

Menemukan ‘autofagi’ -proses daur ulang sel- bekerja maksimal saat rasa lapar sedang melanda tubuh. Terutama saat berpuasa 

Fakta lain, sistem cerna adalah sistem yang sangat menyita persediaan energi tubuh. Saat menghematnya dengan melakukan puasa

Membuat tubuh miliki kesempatan utk alokasikan energi ke sistem lain. Termasuk totalkan pembersihan tubuh dari tumpukan toksin

Tapi konsep puasa harus dilakukan dengan tertib, baru bisa berfungsi seperti demikian bagi kesehatan tubuh. Bila tidak? Percuma 

Puasa yang dimulai dengan makanan berat dan ditutup dengan makanan yang lebih berat, hanya rusak alasan awal berpuasa dr sisi kesehatan 

Dibutuhkan program yang jelas saat melalui puasa dengan tujuan detoksifikasi. Pertama, tentukan durasi realistis hari berpuasa 

Manusia secara alamiah mampu berpuasa. Klinik medis berbagai negara maju, terapkan manusia hidup berhari-hari hanya dengan air 

Berpuasa selama seminggu tergolong aman dan bisa dikerjakan, namun 3 hari adalah masa yang paling bisa 

Berpuasa selama seminggu tergolong aman dan bisa dikerjakan, namun 3 hari adalah masa yang paling bisa diaplikasikan dengan mudah

3 hari memenuhi syarat detoksifikasi. Karena umumnya ‘pembersihan’ baru berlaku maksimal hari kedua dan ketiga, puasa dilakukan 

Untuk itu siapkan waktu minimal 3 hari khusus dimana tidak banyak aktivitas fisik yang harus dilakukan terkait rutinitas harian

Kedua, siapkan apa yang harus Anda konsumsi selama apa puasa tersebut. Dlm konsep detoksifikasi, buah adalah makanan disarankan

Buah segar, berserat, berair, manis karena matang pohon adalah rujukan utama dalam program ini (apel, pepaya, nenas, mangga dll) 

Buah segar bersifat ringan mudah terurai tanpa memancing produksi enzim cerna oleh tubuh. Sehingga sistem cerna hemat energi

Buah segar kaya enzim sbg katalisator daya hidup, juga melimpah dalam ketersediaan nutrisi serta mineral tingkatkan kesehatan 

Ketiga, siap mental! Akan ada efek samping detoksifikasi. Saat toksin keluar dari tubuh (via pembuluh darah) akan ada reaksi

Biasa disebut dengan ‘detox crisis’. Reaksi tubuh berupa rasa sakit atau gangguan minor terhadap fungsi anatomis-fisiologis

Jangan takut dan santai saja. Usahakan relaks dan bersantai saat hal ini terjadi. Itulah sebab, Anda hrs luangkan waktu khusus 

Jangan minum obat penahan rasa sakit, pusing, flu atau apapun utk mengatasinya. Program Anda akan berantakan dan gagal total 

Yang lebih bodoh lagi bila Anda coba hentikan rasa sakit itu dengan mengkonsumsi hal yang justru dihindari seperti kopi atau rokok

Keluhan yang umum: rasa pusing (bagi pecandu kopi, teh, obat maupun rokok), flu dan demam ringan, nyeri otot-sendi, mual & sebah

Batuk, gangguan kulit, rasa dingin karena efisiensi energi dengan penurunan temperatur tubuh, air seni menjadi keruh dan lainnya 

Jangan panik, setelah 3 hari biasanya gangguan ini akan mereda. Atau setidaknya saat kita telah mengakhiri masa puasanya 

Bagaimana cara melakukan puasa? Cukup mulai dengan konsep foodcombining minum air putih dan perasan jeruk nipis waktu bangun tidur

Kemudian dengan berkala, makanlah buah dalam berbagai bentuk. Bisa dijus, diblender atau sekedar dipotong-potong biasa saja 

Anda harus disiplin dan berkala mengkonsumsi buah-buahan ini. Jangan menunggu lapar atau membiarkan rasa lapar karena konsep diet

Makanlah buah setiap 2 jam sekali, antara pukul 06.00-20.00. Selingi dengan segelas besar air putih setiap dua jam

Menutup puasa? Mulai makan normal di luar protein hewani. Tetap tertib, usahakan banyak mengkonsumsi sayuran segar aneka warna

Siapa perlu berdetoks? Mereka yang sering sakit kepala dlm berbagai bentuk, ragam gangguan pernafasan, aneka masalah pencernaan

Bermasalah dengan kulit, bau badan mengganggu, gangguan alat reproduksi, mudah lelah, nyeri otot-sendi dan obesitas

Siapa yang tidak bisa berdetoks? Ibu hamil dan menyusui, penderita kanker, masalah lambung kronis, balita-manula, diabetes parah

Berat Badan di bawah normal, gangguan mental, gagal ginjal-jantung, TBC dan mereka yang hidup di daerah beriklim sangat dingin

 

 

20 Dec 12

Kemarin saat bicara tentang ‘puasa’ itu terintegrasi dengan #detox, bareng @MozaPramita di #bodylicious @UFM947, ada hal yang belum diungkap

Kita baru membahas fenomena puasa agama samawi, seperti Ramadhan, umumnya gagal dilakukan memenuhi kebutuhan #detox itu tadi, akibat budaya

Sekarang kita melihat kenapa puasa atau kondisi kelaparan yang berlangsung dalam durasi tertentu mampu menjadi sarana penting #detox tubuh

Oh ya, kemarin di #bodylicious juga sempat dibahas salah kaprah #detox sebagai upaya desperate ‘menguruskan tubuh’ secara sembarang

#detox saat ini membahas sisi pembersihan bagian dalam sel manusia, atau disebut ‘internal cellular cleansing’ (pembersihan intraselular)

Ini agak ribet, so pay attention! Sel sebagai struktur dasar pembangun tubuh, punya bagian-bagian internal yang berfungsi khusu #detox

Agar fungsi tubuh menyeluruh bisa berjalan dengan baik, seluruh fungsi organ itu harus berjalan sempurna tanpa gangguan #detox

Contohnya bagian internal sel bernama mitokondria, ia bertugas mengubah substansi dari makanan-oksigen, menjadi energi bagi tubuh #detox

Mitokondria menjadi pusat dari sel tubuh. Konon sel sehat dengan mitokondria kuat sepintas terlihat bagai memancarkan energi hidup #detox

Sel sehat menghasilkan tubuh penuh vitalitas serta energi hidup berkualitas. Ini bila semua berlangsung normal sesuai fungsinya #detox

Tapi saat seseorang hidup berlarut-larut dengan pola buruk yang berlangsung secara akumulatif, kondisi ini jadi berubah kebalikannya #detox

Makanan buruk yang masuk, penumpukan radikal bebas akan menciptakan sampah. Menumpuk dalam sel yang mengganggu kerja tiap bagian #detox

Mitokonria gagal menyuplai energi kehidupan karena kerjanya terganggu. Apa yang masuk buruk sulit diolah, menjadi sampah tak berguna #detox

Sel memang memiliki bagian-bagian, dengan motor penggerak enzym spesifik, yang berfungsi membersihkan sampah dalam keadaan normal #detox

Masalahnya pola hidup buruk menguras cadangan enzym pembentuk pembersih sampah sel tadi. Karena harus dialokasikan ke tempat lain #detox

Akibatnya sel tubuh memiliki tumpukan sampah tak tertanggulangi yang mengganggu fungsi menyeluruh #detox

Disinilah lahir ide #detox sebagai upaya pemeliharaan untuk bantu tubuh alokasikan energi terhemat untuk lakukan pembersihan intraselular

Program #detox yang benar akan menghemat energi cerna karena makanan yang masuk sederhana tidak menyita banyak proses serta cadangan enzym

#detox buah semisal, amat hemat energi sistem cerna, karena mudah diurai. Buah segar pun kaya enzym sendiri diproses tanpa sita enzym tubuh

#detox membuat lapar? Justru ini yang diperlukan tubuh untuk mengakselerasi pembersihan intraselular! Canggihnya sistem buatan Tuhan

Lapar saat #detox membuat aktivitas pembersih sel yang digerakkan enzym normal terlumpuhkan. Kondisi ini membuat tubuh aktifkan enzym khusus

Ia bekerja lebih keras dan kuat ketimbang penggerak bagian intra selular sel biasa. Sampah-benda tak berguna dalam sel dihancurkan! 

Tumpukan protein cacat dalam sel, didaur ulang, dijadikan energi baru yang bisa dimanfaatkan oleh mitokondria menjadi energi 

Kondisi a la #detox ini penjelas mengapa nenek moyang kita yang jaman dahulu akses gizinya lebih sulit dari manusia modern bertahan hidup

Tapi kelaparan a la #detox harus dilakukan secara cermat dan terprogram. Karena bila berlanjut, konsep pembersihan ekstra itu jadi bumerang

Yang diproses bukan lagi sekedar sampah sel tapi struktur sel sehat. Bila ini terjadi kondisi #detox berubah menjadi merugikan kesehatan

Itu sebab lakukan #detox dengan benar. Bukan asal, apalagi kalau sekedar didorong keinginan langsing instan *kasih palu buat ketok jidat*

By @erikarlebang

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s