ENZIM

PART I

Hampir seluruh proses dalam tubuh kita ini melibatkan enzim, mulai dari proses pencernaan, hingga ke bagian terkecil seperti proses replikasi DNA. (ngedipin mata, melangkah, berlari, dll, red)

Enzim adalah katalisator, lebih tepatnya biokatalisator. Anda tahu apa itu katalisator? 

Dalam reaksi kimia, ada zat yang dapat mempercepat jalan atau lajunya sebuah reaksi secara signifikan. Enzim dapat menurunkan energi aktivasi yang diperlukan untuk memulai sebuah reaksi. Akibatnya, laju reaksi akan meningkat secara drastis.

Bayangkan saja reaksi di mulut kita. Enzim ptialin mengubah amilum menjadi glukosa. Seandainya kita tidak memiliki enzim, mungkin reaksi akan berjalan selama berjam-jam atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Tapi dengan adanya enzim, reaksi tersebut berjalan hanya dalam waktu kira-kira 15 detik saja!

Sungguh canggih tubuh kita ini. Subhanallah.

Sumber: http://anomalibio.blogspot.com/2011/01/apa-itu-enzim.html

Image

PART II

Kenapa sebaiknya kita tidak makan sembarangan itu sering-sering? Karena identik dengan sakit? Kita bahas dari sisi lebih jauh

Umumnya sudah banyak yang tahu, beberapa makanan picu masalah spesifik bagi tubuh. Gula ganggu pankreas, susu rusak pencernaan

Tapi mengapa makanan buruk terus menerus dimakan begitu saja? Umumnya karena melihat masalah baru muncul saat sakit menyerang

Sehingga makan manis masih saja dikerjakan, selama pankreasnya belum rusak karena kelelahan memproduksi insulin, semisal

Padahal saat pankreas sudah rusak, tidak saja gula harus dijauhi, tapi juga organ tubuh lain secara sistematis akan berantakan

Sulit membangun kesadaran, bahwa makan buruk itu merusak organ tubuh secara akumulatif. Karena pola pikir yang tidak visioner

Pemahaman tentang enzym, bisa menjadi rujukan menarik yang membuat kita lebih sadar untuk menjaga kesehatan via makanan baik 

Seperti kita tahu, enzim adalah katalisator semua metabolisme terkait aktivitas tubuh. Mencerna, bernafas, melihat, semua!

Ada ribuan enzim dibutuhkan tubuh. Teori menarik adalah tubuh memiliki cadangan enzym dari lahir untuk dipakai seumur hidup

Manusia akan mati secara natural saat cadangan enzimnya habis. Jadi MENGHEMAT ENZIM adalah keharusan untuk hidup

Teori menarik lain adalah enzim tersebut hadir berbentuk materi dasar, diproses spesifik berdasar pada kebutuhan yang muncul

Saat Anda hidup secara teratur dan sehat, enzim yang diproduksi tubuh juga teratur pun terjaga, kesehatan berlangsung langgeng

Namun saat Anda hidup sembarangan, tubuh terpaksa banyak melakukan tindakan ‘perbaikan’, tindakan itu menguras cadangan enzym

Makan sembarangan yang buat bakteri masuk, membuat tubuh menguras cadangan enzim untuk mengaktifkan pasukan ‘anti invasi’nya

Makan tanpa peduli padu padan atau unsur yang tidak ideal untuk tubuh membuat cadangan enzim dikuras untuk memperbaikinya

Bila tindakan ini berlarut, biasanya akan muncul dua versi kondisi. Versi pertama Anda akan menjadi sangat mudah jatuh sakit

Kedua, Anda tetap tidak mudah sakit, tapi tubuh banyak ‘mengeluarkan alarm’ yang tidak disadari sebagai kondisi (jelang) sakit

Keduanya memiliki sisi buruk yang sama. Menguras cadangan enzim tubuh! Yang merusak kualitas hidup dan masa pakai tubuh Anda

Versi pertama, bila mendadak sakit berat, kita tidak akan heran. Versi kedua itu yang sering membuat banyak orang terhenyak

Sepintas tampak sehat, rutin berolahraga (umumnya ekstrim), kuat karena hidup asal tapi jarang sakit, tau-tau bisa sakit parah

Hal seperti ini tidak akan mengherankan bila Anda belajar paham konsep kerja pemakaian dan ketersediaan enzim dalam tubuh

Bagaimana cara menghemat enzim agar hidup kita bisa berkualitas sesuai panjang masa pakai tubuh maksimal? Ini seni tersendiri

Hiduplah dengan sehat! Pastikan semua sesuai pola alami, masa istirahat, berolah fisik, bekerja, sesuaikan dengan harmoni

Makanan yang Anda makan harus sesuai kodrat sebagai manusia. Sebagian besar harus makanan segar dan berguna bagi tubuh

Minimkan olahan pabrikan, berembel sehat sekalipun! Konsentrasi pada buah dan sayur segar, curi enzim yang ada di sana

Saat makanan yang masuk kaya enzim, tubuh tidak akan mengaktifkan cadangan enzim untuk mencernanya. Berlaku sebaliknya!

Saat makanan masuk minus enzim. Tubuh tidak saja kuras cadangan enzim, tapi juga acap dianggap musuh, yang bereaksi penolakan

Reaksi penolakan itu juga menguras cadangan enzim. Semua akhirnya hasilkan masalah karena cadangan terkuras rugikan kesehatan

Demikian sekilas cara pemeliharaan kualitas kesehatan ditinjau dari sisi kemampuan kelola cadangan enzim tubuh

Erykar ‏@erikarlebang

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s