Karbohidrat & Protein

Karbohidrat

Karbohidrat! Apa sih itu? Dan mengapa sering dijadikan ‘kambing hitam’ oleh mereka yang merasa tubuhnya kelebihan berat badan

Diluar tuduhan itu, karbohidrat sejatinya adalah pemberi energi dalam bentuk gula. Hadir dengan beragam bentuk dan waktu cerna

Nah, sekarang tinggal kita memilah, jenis karbohidrat mana yang cocok kita makan? Agar tidak menjadi biang keladi berat ekstra

Glukosa-Sukrosa acap ditemui di karbohidrat harian (nasi, tepung dll) dan gula praktis yg digunakan keseharian, hrs diwaspadai

Mereka seharusnya dikonsumsi sesekali, akibat beban yg diberikan pada tubuh, karena harus seimbangkan kadar gula dalam darah

Gula seperti demikian juga menekan dan menurunkan kekuatan sistem imun tubuh kita. Itu sebabnya harus dihindari konsumsi rutin

Bila konsumsi nasi, belilah beras yg tidak melalui proses berkepanjangan dan ‘dihilangkan’ struktur alaminya. Makan sesekali

Penuhi 80 persen kebutuhan karbohidrat Anda dari produk seperti, sayur-sayuran kaya serat, penuh air, renyah dan berwarna

Buah yang berserat, berair dan manis karena matang pohon. Dimana proses gula buah (fructose) amat lambat diserap oleh tubuh

Sisa 20% bisa diambil dari sayuran yang lebih berat kadar kandungan karbohidratnya (kentang, jagung, bit dan lain sebagainya)

Atau buah yg kadar karbohidrat lebih berat dan penyerapan gulanya lebih cepat (pisang dan mangga semisal). Semua dimakan benar

Demikian salah satu cara sehat dengan mengkonsumsi unsur penting bagi tubuh secara benar, tidak serta merta menghilangkan.

Karbohidrat & Protein

Mengkonsumsi karbohidrat & protein secara bersamaan buruk. Tapi konsumsi secara tersendiri pun kadang tidak otomatis sehat

Bila menempatkan karbohidrat dalam bentuk yg mudah serap & diubah jadi gula oleh tubuh sebagai pilihan, jelas efeknya buruk

Seperti nasi putih, roti, turunan tepung-tepungan (cake, biscuit) kudapan manis dan sejenis adalah karbohidrat tanpa guna

Dalam bentuk sederhana konsumsinya dalam jumlah banyak akan akibatkan beragam masalah, yang populer, problematika berat badan

Secara umum, mudah naikkan berat badan tanpa kendali. Dalam jangka panjang merusak banyak organ vital tubuh seperti pancreas

Kelebihan gula yang tidak bisa ditangani organ vital seperti pankreas akan merembet merusak banyak fungsi utama tubuh

Gangguan psikologis pun mudah sekali terjadi. Kendati karbohidrat memancing zat pengantar syaraf yg bersifat menenangkan

Ia akan membuat tubuh mudah mengalami pergantian mood tak terkendali. Mudah marah, dan rasa malas karena sering merasa lemah

Bagaimana dengan protein berlebihan? Sama saja! Protein hewani yg dimakan dalam konsentrasi tinggi malah lebih buruk efeknya

Karena banyak orang menganggap protein hewani sebagai makanan sehat yang bisa dikonsumsi semaunya terkait masalah berat badan

Terlalu banyak protein, racuni tubuh dalam bentuk pengasaman PH organ & darah, ganggu sistem cerna, membiakkan bakteri jahat

Bisa mensuplai kalsium dalam jumlah jauh diatas kebutuhan tubuh (penyebab problema ‘batu’ pd organ vital tubuh), banyak lagi

Problem bisa berupa jangka pendek & panjang. Namun di sisi psikologis, protein hewani picu produksi neurotransmitter agresif

Miliki efek signifikan instan. Membentuk karakter agresif, gelisah dan iritatif. Jg dicurigai sebabkan rusaknya sistem saraf 

Protein umumnya baru bisa dikonsumsi lewat proses panas tinggi & lama. Makanan demikian biasanya kehilangan energi hidup

Dilemanya, hampir tidak mungkin mengkonsumsi protein hewani mentah tanpa timbulkan masalah dari sisi bakteri atau virus

Konsumsilah makanan yang benar. Karbohidrat teraman bagi tubuh peringkat satu datang dari buah dan sayuran. Konsumsi segar!

Setelah itu karbohidrat dalam bentuk natural minim proses seperti beras merah, beras yg masih tersisa kulit atau sejenis

Konsumsi biji-bijian atau protein nabati sebagai sumber protein utama Anda. Jangan lupa buah-sayur pun mengandung asam amino

Nanti bisa dibentuk ulang oleh tubuh jadi protein sesuai kebutuhan. Karbohidrat buruk & protein hewani santaplah sesekali

Sekadar ‘obat kangen’, atau untuk membuat Anda tidak tampak seperti alien saat sedang bersosialisasi di waktu yang tepa

Ubah persepsi Anda tentang karbohidrat

Orang sering mengira hidup minim karbohidrat umum, nasi, roti, pasta dan sejenis, tenaga akan minim. Kenyataannya tidak

Karbohidrat sederhana maupun kompleks memang memberi energi dengan durasi berbeda, tapi fakta lain? Gula darah ikut meningkat

Tubuh akan alami banyak kesulitan sistematis saat gula menggelontor terlalu banyak dalam tubuh. Perlu segera diturun-netralkan

Untuk menyikapinya kelenjar pankreas harus segera mengeluarkan insulin, substansi pengejar gula darah tadi agar segera netral

Ledakan energi sesaat akibat konsumsi karbohidrat, menjadi percuma, karena aksi pengeluaran insulin ini sejatinya melelahkan

Konsumsi buah sayur dengan cara benar dan porsi tepat adalah bentuk karbohidrat yang pas sesuai kebutuhan manusia

Serat dan gula yang dimiliki buah, saling bersinergi untuk tidak membanjiri darah. Demikian sayur yang gulanya sangat rendah

Demikian pula kandungan enzym, mineral dan vitamin yang siap pakai dalam buah-sayur membuat kerja sistem cerna sangat ringan

Ubah konsep pemikiran bahwa karbohidrat umum Anda santap sehari-hari adalah penganan primer yang harus dimakan untuk sehat

Nasi, roti, pasta, mie adalah sumber karbohidrat sampingan yang seharusnya disantap sesekali, bukan utama atau ada tiap saat

Buah di waktu tepat adalah sumber utama. Sayuran segar, diluar waktu makan buah, karbohidrat paling ideal pun harus selalu ada

Ubah persepsi Anda tentang karbohidrat, ia bukan sekedar unsur pengenyang atau pemberi tenaga instan semaunya disantap

Karbohidrat harus memberi beragam bentuk asupan untuk tubuh memenuhi tugasnya dan pemeliharaan, tanpa merusak sistem yang ada

Semisal tidak hanya pemberi tenaga, karbohidrat juga pemicu lahirnya zat pengantar syaraf yang membantu stabilitas metabolisme

Kondisi yang sama menjaga kondisi mental, secara psikologis, nyaman dan tidak mudah teriritasi oleh kondisi seberat apapun

Pahami fungsi sesungguhnya dari karbohidrat. Menghindari karbohidrat bukan untuk sekedar mengurangi berat badan. Itu bodoh!

Karbohidrat tidak perlu dihindari, kita hanya perlu menempatkan sumber dan pola makan benar untuk keperluan hidup berkualitas.

by Erikar Lebang | Twitter: @erikarlebang

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s