Makanan Kemasan/Instant

Pembelajaran bisa datang dari mana saja. Topik ini datang dari ayah dokter hewan anjing saya yg seorang dokter hewan senior 

Bagi pecinta anjing, saat ini sudah sangat umum bila binatang peliharaan Anda dideteksi terserang penyakit kanker berat 

Nah, menurut sang dokter hewan senior, “Jaman dulu, jarang sekali ketemu anjing yang punya penyakit seperti manusia, kanker!” 

Lanjutan kalimatnya, membuat saya tersenyum dan merasa mendapat pembenaran lain dari apa yg selama ini konstan disampaikan 

“Saya yakin gara-gara makanan! Jaman dulu orang kalau punya anjing biasa ‘ngasih’ makan nasi dicampur lauk buatan sendiri” 

“Jaman sekarang, wah yang begituan dianggap ketinggalan! Semua harus makan buatan PABRIKAN!” Paparan yang membuat saya nyengir 

Gak berbeda jauh bukan? Jaman ini industri pangan hewan adalah bisnis yang meraksasa dan umum dilihat dimana-mana. Massive!

Konsep nutrisi makan modern namun konvensional yang berlaku saat ini, di manusia, juga teraplikasi ke hewan. Nutrisi seimbang!

Diberikan vitamin, mineral, protein & lemak dalam takaran pas sebagai kandungan vital makanan. Juga higienitas, bebas bakteri

Tapi tidak diperhatikan, apakah makanan mensuplai kesegaran yang menjamin kualitas siap pakai dari vitamin, mineral semisal 

Dan tentu makanan pabrikan ini nisbi keberadaan ‘enzim’ katalisator penting kehidupan, yang jadi faktor terpenting gunanya 

Makanan non enzim memicu banyak masalah dalam tubuh dan menjadi satu-satunya bahan bakar pembentukan sel yang tidak sempurna 

Ketidaksempurnaan sel tersebut secara akumulatif diperparah dengan buruknya kualitas vitamin, mineral, protein yang disaji

Jangan heran bila akumulasi makanan buruk demikian fasilitasi terjadinya ragam penyakit berat di hewan piaraan secara masal

Fenomena sama berlaku juga dengan manusia! Produk pabrikan, instan berembel praktis berjanji sehat mendominasi kehidupan 

Dipadu rayu iklan serta promosi menyesatkan kadang ditambah ahli kesehatan bayaran, jadilah produk itu pilihan utama penganan

Bukan menyamakan manusia dengan hewan piaraan. Tapi fenomenanya serupa, banyak penyakit yg dulu asing, kini menjadi amat marak 

So, pilihlah makanan yang bijak bagi Anda dan peliharaan. Usaha serta repot sedikit di awal, bawa banyak keuntungan sesudah

———————————————————————————————-

Kita mungkin telah sadar, bahwa penyakit masa kini, jauh lebih berat, kompleks dan berbeda dengan apa yg ada di masa lalu.

Banyak faktor mengapa hal tersebut terjadi. Perubahan lingkungan, kemajuan teknologi yang mengubah hidup dari banyak sisi.

Namun yang paling kita soroti dan paling kita tahu memberi efek signifikan dalam perubahan kesehatan adalah ‘pola makan’.

Banyak variabel kesalahan umum pola makan yang sayangnya sering dianggap benar (atau ‘dibenar-benarkan’) karena ragam alas an.

Kali ini kita menyorot masalah kecenderungan ‘makanan kemasan’ dijadikan makanan utama, bahkan dianggap dianggap makanan sehat.

Banyak sebab makanan kemasan, pabrikan, (kebanyakan instan) dijadikan rujukan. Yang paling kuat adalah ‘bujukan iklan’ tentu.

Dianggap praktis (alasan kesibukan) bahkan dikesankan sehat. Ekstrak bahan yang lebih bagus dari buatan Tuhan *senyum sejenak*

Satu lagi, dianggap higienis karena umum melewati proses pemanasan yg bunuh bakteri plus ‘diawasi’ badan pengawas pemerintah 

Masalah regulasi pemerintah baiknya tidak kita bahas, walau kalau diingat, banyak sekali kasus kecolongan produk tidak sehat

Yang bisa lolos ke tangan masyarakat. Lalu ditarik atau ‘dikoreksi’ oleh produsennya. Jadi ‘pengawasan’ itu tidak sangat ketat 

Bila kita lihat dari sisi higienitas. Proses pemanasan bahan natural yang dimaksudkan untuk ‘membunuh’ bakteri misalnya 

Problemnya proses pemanasan tidak hanya ‘membunuh’ hal buruk unsur natural pada makanan, tapi sayangnya juga hal-hal baik 

Pemanasan ‘membunuh’ enzyme, semacam energi kosmik yang sangat bermanfaat dan bisa dipergunakan tubuh utk banyak keperluan

Kerugian itu semakin besar saat kita tahu, makanan nisbi enzim saat memasuki tubuh dianggap sebagai ‘musuh’. Karena minim guna

Kerugian tubuh bertubi-tubi, karena energi yang dipergunakan untuk mengaktifkan daya tahan tergolong besar. Terkuras percuma

Proses ini juga merusak banyak hal penting seperti mineral, vitamin dan lainnya. Terkadang produsen terpaksa ‘memasukkan’ lagi

Kita tidak tahu, apakah zat baru yang ‘dimasukan’ sebagai kompensasi hilangnya unsur penting itu tidak rugikan di masa depan? 

Ekstraksi satu unsur untuk dapatkan manfaat spesifik kadang membuang banyak hal baik unsur itu yang sebenarnya dibutuhkan 

Dan jangan juga lupa, makanan kemasan yang melewati proses, telah kehilangan kenikmatan ‘cita rasa’ natural buatan Tuhan 

Kompensasinya? Ditambahkan pemanis atau pemberi rasa asin juga gurih dalam konsentrasi tinggi untuk beri cita rasa artifisial 

Kita semua tahu, betapa buruk efek gula dan garam berlebihan ataupun berbentuk artifisial dalam jumlah tinggi kepada tubuh 

Dengan akumulasi semua hal itu dan rutinnya orang mengkonsumsi produk kemasan, pabrikan dan instan, jangan katakan masih heran

Kalau jaman sekarang ini penyakit yang muncul unik, baru dan berlipat mematikan dari kondisi di masa lalu. Plus banyak ragam 

Ayo luangkan waktu untuk menyiapkan makanan dan minuman Anda se-natural mungkin. Kembalilah ke buatan Tuhan, nothing’s better!

Konsumsi makanan pabrikan, sesekali saja. Bukan sebagai makanan wajib, apalagi dipandang sumber kesehatan. It’s non sense!

Produk kemasan layak tidak dianggap sehat

Baca label produk kemasan adalah sesuatu yang jarang saya lakukan akhir-akhir ini, karena kebanyakan beli makanan segar 

Tapi makin banyak produk kemasan dilabeli, digelari dan diiklankan sebagai “sehat, bergizi juga enak”, sepertinya layak bahas 

Kenapa saya tidak pernah mengutarakan sebuah produk kemasan layak (betulan) dianggap sehat? Kembali ke logika sederhana saja 

Produk kemasan diproduksi massive! Tujuannya? Keuntungan! Apapun berbasis keuntungan bentuk besar akan manfaatkan sesuatu 

Produk sehat dan natural sangat mustahil bisa menguntungkan secara gamblang. Karena sifat-sifat khas alamiah bawaannya 

Mudah rusak oleh waktu, tidak memiliki warna yg tidak menarik, rasa yg tidak terdefinisikan jelas (manis/asin) dan lainnya 

Itu sebab sulit klasifikasikan produk dikemas massal sebagai sebuah produk sehat. Bisa jadi ada, krnnya biasakan membaca label 

Hindari produk yg pergunakan istilah tidak Anda kenali. Atau angka yg diluar ambang batas kebutuhan bila diakumulasi harian 

Berikut beberapa hal dalam label yang harus dihindari. Pewarna: hindari pewarna sintetis yang umum dipakai & sangat merugikan 

Bila ada jenis warna diikuti oleh penomoran seperti Tarzine (E102), Sunset Yellow (E110) atau ‘C Red no.3’. Tinggalkan! 

Resiko umum yang ditimbulkan pewarna sintetis adalah penuaan dini, kerusakan organ vital, penurunan daya tahan tubuh, kanker 

Pewarna alami adalah annatto, penguning keju, bit beri warna merah atau karoten wortel beri warna jingga. Sayangnya mahal!

Berhati-hati juga terhadap pengawet. BHA, BHT, Alum, Nitrates semisal. Berhati-hati terhadap perasa manis dan asin berlebihan 

Sering didwifungsikan sebagai pengawet yang pengaruhnya buruk pada badan. Pemicu reaksi karsinogen salahsatu efek buruknya 

Demikian pula pengental, pengemulsi dan stabilizer yang biasa ada pada es krim, sup instan, aneka saus serta selai dan krim 

Konsumsi produk kemasan sesekali saja, seminggu 2-4 kali! Sisanya cari produk natural. Selamatkan hidup berkualitas Anda

by @erikarlebang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s