Manusia Lebih Pas Ditempatkan Sebagai Herbivora

Apa yg diciptakan Tuhan terkait makanan biasanya memang sudah dicocokan sesuai dgn spesiesnya masing-masing. Terklasifikasi

Demikian manusia, walau digolongkan pemakan segala, namun ditinjau sistem cernanya: gigi geligi hingga alat cerna lanjutan

Manusia lebih pas ditempatkan sebagai herbivora yg sesekali diperbolehkan ber-carnivora. Tuhan pun sudah sediakan makanan pas

Manusia ditakdirkan untuk konsumsi produk alam sedekat mungkin ke bentuk aslinya, agar terlimpah nutrisi dan kandungan berguna

Mengkonsumsi bahan yg memerlukan banyak proses untuk bisa dimakan, dipastikan membuat unsur itu tidak ideal disantap manusia

Demikian sebaliknya, unsur makanan yg sebenarnya layak disantap segar, namun diproses panjang demi rasa, berubah tidak ideal

Patuh pd ‘konsensus’ ini, dengan mudah membuat kita sehat. Karena penolakan tubuh terhadap unsur alami persentasenya kecil

Alergi bawaan dari lahir terhadap unsur makanan alami semisal, terjadi dlm skala yg sangat kecil. Dan cenderung mudah diatasi

Yang lebih massive, penolakan tubuh terhadap unsur makanan akibat akumulasi kesalahan pola hidup berlangsung parah dan menahun

Bodohnya hal demikian acapkali ‘dipelintir’ sedemikian rupa menjadi seakan-akan tubuh menolak unsur alami tersebut dari awal

Contoh asam urat! Masalah kesehatan yang sering diplesetkan disebabkan oleh konsumsi sayuran dalam jumlah tinggi

Padahal bila ditinjau secara general, sangat kecil persentase penderita asam urat yang benar mengkonsumsi sayuran rutin

Kebanyakan masalah asam urat hadir karena pola makan buruk yang berlangsung menahun. Jeroan, protein hewani berat sbg contoh

Namun krn buatan Tuhan umumnya ‘kalah’ ditinjau dari sisi rasa, lebih mudah memihak makanan prosesan dan menyalahkan yg lain

Belum ditambah kealpaan memperbaharui konsep pengetahuan ilmu gizi dan sistem cerna, yg kuno dan terbukti salah turun temurun

Akhirnya muncul ‘cap’ buruk yg salah kaprah dan membuat lebih buruk masalah. “Jangan makan sayur hijau, nanti kena asam urat!”

Hal demikian mudah ditemui saat ini, “jangan makan timun nanti kena kista, jangan makan apel nanti kena maag” dan seterusnya

Demikian kekusutan tersebut berasal. Padahal bila kita mau sedikit berusaha lebih sederhana dalam pola makan, masalah hilang

Meniru pola makan nenek moyang kita, mengkonsumsi banyak buah-sayuran (yg dikembangbiakkan secara alami), minum air putih

Penyakit jauh, hidup berkualitas, hemat biaya hidup dan segudang keuntungan lainnya. Simple life for maximum achievement!

Mau makan enak dan nakal sesekali? Tubuh yg sehat bisa melakukan itu seumur hidupnya! Karena dilakukan secara tepat waktu

By @erikarlebang

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s