Olahraga

Semua tahu berolahraga itu baik, tapi berapa orang yang sadar berolahraga pun bisa berbalik fatal merugikan kesehatan? 

Salah satu fungsi baik olahraga adalah teraktifkannya sistem limfatik tubuh yang erat terkait dengan kekuatan daya tahan. 

Tidak sama dengan sistem bersifat aliran tubuh lain seperti darah dan pernafasan, sistem limfatik tidak memiliki generator. 

Paru-paru dan jantung tidak dipunyai sistem limfatik untuk menjaga sirkulasinya. Semua bergantung pada keaktifan gerak tubuh. 

Itulah sebab berolahraga dengan takaran benar, penyakit sulit untuk mampir ke tubuh Anda. Tapi dengan catatan, porsinya pas! 

Porsi pas akan membuat semua fungsi dalam tubuh berjalan dengan harmonis. Homeostatis! Faktor luar dan dalam tubuh selaras. 

Tapi saat Anda berolahraga berlebihan? 5-7x seminggu dengan intensitas tinggi? Sementara Anda bukan atlet yang berpedoman usia. 

Olahraga terlalu berat akan merusak banyak komponen tubuh yang menyita energi terlalu besar demi melakukan perbaikan/pemulihan. 

Banyak radikal bebas tercipta utk ‘membuang’ jaringan rusak. Cadangan enzym tubuh akan tersedot meng-homeostatiskan kondisi. 

Apalagi apabila olahraga yang Anda pilih tidak bersifat kardiovaskular, yg memelihara kapasitas sistem edar darah-pernafasan. 

Tapi olahraga bersifat permainan seperti sepakbola, bola basket, tennis yang justru bersifat anti kardiovaskular secara intens. 

Terutama bila dilakukan secara kompetitif sementara Anda bukan atlet atau bukan lagi seorang atlet dalam usia emasnya. 

Juga olahraga berbasis ‘showmanship’ yang diterapkan secara sembarangan, seperti angkat beban demi membentuk tubuh semata. 

Faktor kompetitif yang tercipta akan menjadi perusak ekstra bagi kesehatan. Bukannya bernilai positif, aktifitas ini berbalik. 

Semua menjadi lebih dahsyat lagi faktor perusaknya bila pola hidup buruk terkait pola makan, istirahat & ritme tidak dihindari. 

Pilihlah olahraga yang baik dan sesuai dengan kapasitas tubuh serta keseharian Anda. Batasi olahraga permainan & showmanship. 

3-4 kali seminggu olahraga kardiovaskular selama 30-120 menit sudah cukup. Dengarkan cermat signal dari tubuh dan patuhi! 

Perhatikan pola makan, sesuaikan waktu istirahat dengan kebutuhan. Terutama saat akan lakukan olahraga serius di waktud dekat.

Jangan beri alasan tubuh untuk habiskan cadangan enzym dan ciptakan radikal bebas berlebihan demi beradaptasi dengan kondisi. 

Pergunakan olahraga sebagai pemelihara kesehatan dan kualitas hidup bukan sebagai percepatan waktu kematian.

by Erikar Lebang | Twitter: @erikarlebang

21/Jun/2012 01:04:37 AM

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s