Sarapan

PART I

 

KibulanSehat pagi ini terinspirasi melihat satu keluarga meja sebelah breakfast di hotel tempat saya menginap. Agak menyeramkan

Sang ayah mengambil sepiring nasi goreng, potongan sosis besar dan nampaknya roti gandum panggang dengan mentega tebal & selai

Ditutup dengan (sepertinya) sepiring besar buah-buahan aneka rupa. Sptnya masih banyak yg anggap ini materi sarapan sehat

Padahal ditinjau dari kombinasi dan sistem cerna, apa yg dilakukan tadi di sarapan ini adalah se-buruk2-nya padanan

Seperti kita tahu, pagi hari adalah siklus pembuangan, dimana energi sistem cerna sedang ‘dipinjam’ tubuh, utk keperluan lain

Yaitu membuang sisa metabolisme yang terjadi saat kita tidur. Kombinasi sarapan seperti ini luar biasa berat utk dicerna

Akibatnya sistem cerna kewalahan. Dan semua menjadi tidak sempurna terjalani, apa sampah yang hendak ‘dibuang’ dan dicerna

Lepas dari itu, lihat pola konsumsinya, saya jadi teringat pd tulisan Dr. Gilian McKeith, penulis buku “You are What You Eat”

Orang yg makan sedemikian, bisa jadi akan melanjutkan makan siang dengan hamburger besar lalu makan malam pizza size large

Konsumsi total rata-rata berkisar antara 3900 kalori, 160 gr protein, 400 gr karbo. Hampir 2 kali lipat kebutuhan normal

Minus snack & minuman, terbayang kombinasi ragam keburukan yg terekspose utk tubuh. Jangan heran bila sakit berat menanti

 

 

 

PART II

 

 

Morning tweeps, kibulan pagi di awal tahun ini adalah menyikapi kesalahan mendasar membudaya yang acap dilakukan di waktu sarapan

Berbasis doktrin “Sarapan adalah waktu makan terpenting” Kita menyiapkan beragam unsur makanan berat sebagai bahan pemula hari

Susu adalah satu unsur paling favorit yang membudaya disiapkan di pagi hari. Berdasar pada kandungan nutrisi yang terdapat dlm susu

Nutrisi padat dalam bentuk cair, buat susu menjadi penganan favorit pagi hari. Bergizi dan praktis, penjelasan yang acap diberi

Diminum dalam gelas, dicampur dengan sereal, dijus bersama buah, bahkan diberikan dalam bentuk… Es krim! *tepok jidat*

Sayangnya konsep bergizi dan praktis pada susu hanya dilihat dari satu arah, dan melupakan sisi lain.. Kondisi sebenarnya tubuh

Bagaimana sistem tubuh menyikapi keberadaan unsur sebuah makanan? Apa yang sebenar sedang terjadi pada tubuh di siklus pagi hari?

Walau padat kalsium dan protein semisal, susu hadirkan bukan dalam paduan yang cocok untuk kebutuhan tubuh manusia sama sekali

Kalsium susu hewan tidak dilengkapi magnesium, therefore tubuh manusia menolak untuk menyerapnya. Kalsium berubah menjadi beban

Protein susu (kasein) hadir dalam susunan yang cocok untuk mahluk sesuai dengan spesies masing-masing, bukan spesies yang berbeda

Kasein (umumnya pada sapi) terlalu kompleks untuk dicerna tubuh manusia. Umumnya mereka menggumpal dan mengganggu kerja lambung

Belum lagi dari sisi laktosa (gula susu mamalia) yang juga dibuat Tuhan secara spesial sesuai peruntukan spesies masing-masing

Alergi laktosa telah terbukti dan diakui secara menyeluruh benar terjadi, dan sulitkan hidup manusia yang paksakan konsumsi susu

Mengacu pada siklus tubuh manusia. Pagi hari adalah fase ‘pembuangan’ bila kita teliti dari sisi ritme tubuh harian (sirkadian)

Tubuh membuang sisa proses revitalisasi tubuh malam hari saat tidur (proses makanan, pergantian sel dan lain sebagainya)

Semua itu diproses untuk dibuang pagi hari via feses, urin, perspirasi dan karbon dioksida (kotoran, air seni, keringat, nafas)

Untuk itu tubuh membutuhkan pengalokasian energi yang luar biasa agar proses pembuangan bisa berjalan sempurna sesuai kebutuhan

Sarapan dengan unsur berat dan padat gizi (apalagi yang tidak sesuai dengan sistem tubuh) mengacaukan efektivitas siklus tersebut

Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada tubuh bila pagi hari disaat ia hanya butuhkan unsur ringan tapi diberi sebaliknya?

Pola tersebut membuat tubuh kita menjadi ‘berantakan’ dan kehilangan kesempatan untuk menunaikan siklusnya secara benar

Kita harus memulai hari dengan kondisi tidak ideal dan penundaan proses pembuangan sempurna buat tubuh rusak secara ‘perlahan’ 

Pengalaman pribadi saya sarapan susu rutin dari kecil hingga masa remaja adalah penyakit lambung dan migraine optikal

Itu sebabnya penganan padat gizi spt susu tidaklah menjadi penganan ideal bagi sarapan pagi hari. Bahkan tidak untuk setiap hari

Sehatkan tubuh dengan kenali apa kebutuhannya? Bukan dengan memaksakan ia mengkonsumsi sesuatu yang ‘bergizi’ tapi tidak sesuai kodrat

by Erikar Lebang | Twitter: @erikarlebang

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s