STROKE

Menyikapi keheranan teman yang terserang serangan stroke ringan (sebenarnya stroke mah stroke aja) di usia (tergolong) muda

“Katanya stroke ini karena gue tergila-gila dengan daging merah” Hampir setiap waktu makan dia memang bermenu daging merah

“Gue ragu, kalau memang bener ini karena itu. Bokap gue juga rutin makan daging merah, tapi dia strokenya pas udah tua renta”

“Gue yakin stroke ini sebenarnya gara-gara DNA bokap yang jelek diwarisin ke turunannya. Jadi bukan karena si daging merah itu!”

Dengan kata lain lewat argumentasi panjang lebarnya itu ia sebenarnya ngotot masih mau makan daging merah seperti biasa

Kasihan. Pemahaman kesehatan yang sesat, se-sesat-sesatnya, seperti ini terjadi di banyak orang. Not just my poor friend here

Demi memanjakan rasa yang terkecap di sepanjang lidah, seseorang nekat menyiksa tubuh tanpa memperdulikan resiko apapun di depan

Bahkan saat tubuh telah memberi alarm kecil, tidak dipedulikan. Sakit lambung, mudah pusing semisal, diatasi dengan minum obat

Signal signifikan, obesitas semisal, diatasi dengan beli pakaian yang berukuran lebih besar disertai pembelaan “pertanda makmur”

Tingkat kolesterol meningkat? Cepat dibelikan obat penurun kolesterol. Pokoknya kenikmatan tiap makan tidak boleh terkalahkan!

Ini diperparah dengan ketidak sukaan terhadap sayuran segar “Gue udah makan pemakan sayur, ngapain gue makan sayur lagi?”

Buah? Demi kesehatan, setiap usai makan besar, dia menyantap satu-dua irisan buah, sbg pencuci mulut dan supaya sehat. Kasihan

Sayur tidak, buah dimakan salah, pola makan rutin buruk. Olahraga? Seperlunya saja. Itupun non kardio, tapi olahraga permainan

Akhirnya tubuh beri alarm lebih besar, stroke (katanya) ringan! Ini sudah diluar kapasitas alarm lagi, tapi signal malfungsi

Eh, kok ya masih bisa bilang, “Bapak saya rutin makan daging merah, strokenya baru pas tua”. Sebuah perbandingan menyedihkan

Kualitas daging sapi yang dikonsumsi oleh sang ayah di beberapa dekade lalu dengan yang biasa dikonsumsi sekarang pun berbeda

Kemungkinan besar sang ayah masih konsumsi daging (katakanlah) sapi yang masih makan rumput, dan diternakkan di alam bebas

Sapi jaman sekarang melalui banyak rekayasa. Mulai dr penghematan bahan pangan, diberi pakan sisa olahan organ mereka sendiri

Rekayasa hormonal atau pemberian obat agar daging lebih banyak, empuk dan susunya melimpah. Bisa jadi hal itu berefek buruk

Bisa jadi ini salah satu faktor terbesar mengapa banyak penyakit degeneratif diderita di usia yang semakin dini ketimbang dulu

Mungkin kondisi ini tidak jadi perkara besar kesehatan bila daging dikonsumsi sesekali atau menganut pola hidup harian sehat

Tapi bila tidak? Jangan heran atau protes bila Anda terkena penyakit berat jauh lebih dini ketimbang pendahulu di keluarga

by Erikar Lebang | Twitter: @erikarlebang

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s