A S M A

By: @erikarlebang 18/Oct/2012

Tadi di locker ada yang panik karena inhaler asthma-nya tertinggal. Kepanikannya membuat ia sesak dan sepertinya si asthma akan kumat

Bicara asthma menarik juga nih. Yuk, kalau kepingin membahas asthma dari sisi yang berbeda, sila dipantengin TL saya. Kalau gak, ya lewatin

Asthma adalah masalah sistem pernafasan yang umum menyerang banyak orang. Untuk pencetusnya hampir semua arahkan alergi 

Alergi debu, udara dingin dan lain sebagainya, lengkap dengan diagnosa fisiologis yang buat asthma makin identik itu semata 

Tapi tidak dengan penulis kesehatan Gay Hendricks, pemilik buku “Conscious Breathing”, dia memiliki ide lain tentang asma 

“Ketimbang lihat asma sebagai penyakit, jauh lebih mudah menanganinya, saat melihat asma sebagai gangguan pola pernafasan” 

Secara anatomis-fisiologis Hendricks lanjutkan pengamatannya “penderita asma lebih sering terlalu banyak hembus-hirup nafas..” 

“..mereka menarik nafas terlalu sering, dalam dan menghembuskan terburu-buru, lalu divonis kurang menghirup oksigen” lanjutnya 

Secara anatomis pelaku asma biasa miliki gesture khas, bahu menjorok ke depan, di level tertentu harus bergerak naik turun 

Sekedar untuk menarik nafas. Hal ini sebenarnya sangat berlawanan dengan kerja sistem pernafasan manusia yang sesungguhnya 

Sehingga oksigen masuk malah jauh dibawah kebutuhan minimum untuk tubuh. Itulah sebab asma identik dengan rendah fitalitas 

Pertama pahami dulu, bagaimana cara bernafas secara anatomis. Ada 2 organ berperan penting disini, satu terkenal, satu terlupa 

Paru-paru dan otot diafragma. Semua tahu fungsi paru-paru! Tapi otot diafragma? Sangat sedikit yang faham prinsip kerjanya 

Sistem kerja sederhana. Pertama tubuh hirup nafas, diafragma (berbentuk kubah ditengah perut-dada) bergerak turun ke perut 

Beri ruang pada rongga dada dan (sedikit) perut, bagi paru-paru untuk mengembang memasukkan udara sesuai kebutuhan optimalnya 

Setelah itu, diafragma akan mengerut keatas, menekan paru-paru, hembuskan unsur udara tidak terpakai dan sisa prosesnya keluar 

Demikian berulang-ulang. Proses ini bisa jelas dilihat dengan mudah pada bayi baru lahir atau anak kecil yang bertubuh sehat 

Konsep ini jelas hilang di penderita asma. Sayangnya penanganan kearah ritme anatomis ini sedikit sekali diupayakan 

Semisal jarang penderita diajarkan untuk bersikap tenang bernafas memaksimalkan otot perut mereka disaat asma menyerang 

Menempatkan obat hirup & level lebih tinggi, corticosteroid, bukan jawaban yang diperlukan penderita untuk kendalikan asma 

Pemakaian berlarut obat hirup membuat kerja sistem respirasi menjadi tidak terlatih, belum lagi ketergantungan psikologis 

Sementara pemakaian obat seperti corticosteroid, menurut National Institute of Health di US, percepat terjadinya osteoporosis 

Tangani asma dengan tindakan integratif seperti kombinasi antara latihan fisik dan perbaikan pola makan serta pola istirahat 

Latihan fisik seperti #Yoga #Iyengar semisal, banyak sekali libatkan alat bantu, yang mampu buat penderita faham cara bernafas 

Pemakaian alat bantu untuk melebarkan dan melenturkan bentuk otot diafragma yang umumnya mengerut serta menegang di penderita 

Pola makan #FoodCombining dan #RawFood yang baik, juga jauhkan penderita asma dari konsumsi rutin pemicu problem pernafasan 

Seperti alkohol, kopi, teh, susu dan sejenisnya. Membuat penderita asma lebih mudah jalani hidup tanpa harus bergantung obat 

Bukan berarti Anda harus membuang dan steril dari obat asma, tapi menempatkan pemakaian dosis dalam jumlah seminim mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s