Cardiovascular Yang Aman Di Semua Usia

Erykar @erikarlebang:

Menyambut request @bundapoetri tentang konsep sederhana agar faham latihan cardiovascular yang aman bagi sepanjang usia, saya sharing dikit

Dulu saya pernah membaca tulisan dan bahkan mentwitnya juga, tentang pemahaman olahraga dan permainan, tapi udah lama sih, sedikit yang baca

Prinsipnya, tulisan itu mengungkapkan, tidak semua aktivitas fisik layak dikategori sebagai olahraga. Banyak lebih cocok sebagai permainan

Kita sederhanakan, anggap definisi olahraga sebagai aktivitas fisik yang menyehatkan dan bisa dilakukan di segala lapis usia

Olahraga seharusnya mencakup aktivitas fisik yang melatih-memelihara fungsi muskuloskeletal, fisiologis dan bahkan psikologis

Aktivitas fisik tidak melulu terkait prestasi, target dan dilakukan di usia puncak seorang manusia, tapi sepanjang ia hidup 

Dengan ini ragam aktivitas fisik yang umum diperlombakan di olimpiade, kebanyakan gugur memenuhi kriteria tersebut

Satu katalisator aktivitas fisik itu aman atau tidak dilakukan sepanjang usia? Adalah koordinasi kerja antara jantung-paru

Sebutlah ranah ini sebagai aktivitas kardiovaskular, dimana tubuh teraktifkan koordinasi kerja jantung-paru didurasi tertentu

Bagaimana amannya? Ada hitungan sederhana. Angka pokok 220 dikurangi usia Anda adalah detak jantung maksimal permenit

Katakanlah usia Anda 40 tahun! Berarti 220-40=180. Nah 180 adalah detak jantung maksimal Anda permenit saat berolahraga

Ini bukan berarti Anda harus mencapai detak jantung 180 permenit terus-terusan selama beraktifitas fisik. Bisa semaput! 

Tapi angka 180 menjadi patokan Anda dengan menargetkan 60%-80% dari itu dalam durasi tertentu selama melakukan aktivitas fisik 

Katakanlah Anda bersepeda. Pastikan detak jantung Anda terbangun perlahan hingga mencapai minimal 60% dari angka 180 permenit

Selama bersepeda, jaga konstan kayuhan Anda agar bisa menstimulasi kerja jantung-paru dalam kisaran minimal 60% dari 180 

Semakin tinggi persentase detak jantung Anda mendekati angka maksimal, makin tinggi intensitas latihan. Hati-hati menjaganya

Bila dada sesak, nafas tersengal-sengal tak terjaga, telinga mendadak seperti tersumbat, segera turunkan intensitas 

Berarti tubuh belum siap atau tidak mampu menahan beban demikian. Yang paling aman buat pemula sekalipun, ada di kisaran 60% 

Anda bisa menambah intensitas ini berangsur sesuai dengan jam terbang dan rutinitas latihan. Makin rutin tentu makin baik

Secara general golongkan saja pola berlatih kardiovaskuler ini dalam tahapan, 30 menit, 45 menit dan 60 menit latihan 

Di tiap-tiap waktu latihan ini, Anda bisa menargetkan 60-80% dari angka maksimal yang dimiliki sesuai usia. Lakukan rutin

Ini seharusnya yang menjadi materi utama latihan fisik Anda untuk menjaga kesehatan sepanjang usia. Bukan yang lain 

Itulah sebabnya banyak aktivitas fisik tidak dikategorikan sebagai olahraga tapi permainan, karena tidak penuhi syarat tadi

Basket, tennis, sepakbola, volley, badminton dan sejenisnya gagal dikategorikan sebagai aktivitas fisik sehat segala usia 

Koordinasi kerja jantung-paru yang baik gagal terjadi di sana. Konsep aktivitas fisik dari jenis tadi penuh dengan fluktuasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s