Menerapkan RUM (Rational Use of Medicine) Pada Diri Sendiri

Menerapkan RUM untuk diri sendiri lebih susah daripada untuk anak.Semalam tenggorokan guatel & batuk. Tergoda ‘ngobat’, padahal paham banget gak perlu obat batuk! -_-

Minum 2 gelas besar air masih gatel. 5menit kemudian mendingan. Gak bisa tidur bukan krn gatel, tp khawatir 3 hari ke depan mau nyanyi tp blm sembuh..

Mulai goyah: “Ah, gak apa2 kali minum sirup obat batuk, mungkin jd ngantuk & malah ‘kepaksa’ tidur, daripada otak jd khawatir terus malah begadang..”

Akhirnya memutuskan bangun, ngisi ulang 2 gls besar air. Tenggorokan makin kalem. Next thing i know, tau2 subuh dibangunin Widuri J

Sepanjang pagi ini gatel tenggorokan berkurang, cukup bikin optimis 3 hari lg sembuh tanpa obat. Siap2 bawa 3 liter air untuk latihan nanti! ;) 

Gak tau udah berapa kali tergoda mengatasnamakan ‘profesionalisme’ untuk nyiksa tubuh: nenggak AntiBiotik agar sembuh instan lah, nyuntik agar kurus lah..😄

Alhamdulillah dgn modal baca, denger, konsisten + sabar ternyata bisa tetep profesional tanpa nyiksa diri dgn obat2an yg gak diperlukan. 

Bukan anti obat. Obat itu ditemukan melalui disiplin ilmu yg cukup kompleks, dlm keadaan tertentu bermanfaat sembuhkan penyakit. 

Tapi mayoritas keluhan kesehatan yg umum terjadi: batuk, pilek, diare yg disebabkan virus jelas tidak memerlukan obat2an. 

RT @ShintamiArd:kami pun+anak² udah 4 hari commoncold msh bertahan tanpa obat, alhamdulillah so far gak me-marah, anak² msh nafsu makan, minum baik J

 

Nggak gampang ‘ngobat’ membuat stamina gue jadi lebih tangguh. Imunitas tubuh gue pun semakin mumpuni dari waktu ke waktu. Subhanallah.

Inget waktu batuk2 super gatel 2 hari sblm acara nyanyi kmrn? Kabur langsung virusnya. Pdhl cuma nenggak air putih. Kencur gak sempet masuk.

Jika paham diagnose & home treatment untuk keluhan kesehatan, kita jd lebih menghargai tubuh & pikiran sendiri. Obat jarang sekali dibutuhkan.

Intervensi obat yg gak pada tempatnya hanya akan memberi efek samping & melemahkan imunitas tubuh. Virus gampang menyerang lagi. Sakit terus.

Baru baca tentang 21 balita yg meninggal di NTB akibat gizi buruk. Bukan krn kelaparan,tp krn minimnya info ttg nutrisi & treatment tepat saat sakit.

Di NTB tuh L Di Kota besar masalahnya beda. Merasa banyak uang & fasilitas, enteng ke dokter &RS. Imunitas tubuh lemah dianiaya obat yg gak perlu.

Rumit? Udah dibikin gampang aja deh. Belajar yuk. Soal Makanan Pendamping ASI (MPASI) aja dulu gimana? Tgl 20 gue mau berbagi info di #PESAT13JKT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s