Pagi2 Jangan Sarapan Protein Hewani

Entering gym locker, mendengar pembicaraan ini. “Haduh, sarapan pake oatmeal lanjut dada ayam kok bikin lemes, ngantuk, laper lagi ya?”

Melihat jam yang tergolong masih waktu siklus pagi dan belum memasuki waktu makan siang. Statement membingungkan itu buat saya normal saja

Tidak bagi rekannya sesama pelaku gym dengan model setipe. Mereka beri saran yang memperlihatkan minimnya pengetahuan mereka tentang tubuh

“Oatmealnya kurang banyak kali?” (cukup logis) | “Dagingnya abis latian aja” (lumayan) | “Tambah susu” (ancur) | demikian contoh saran

“Orang Indonesia emang gak cocok makan protein banyak, pantesnya makan lontong sayur atau bubur aja” (saran paling ancur diatara semua)

Tapi dari semua sepertinya konsep protein sebagai makanan identik dengan olahraga menjadi basis pemikiran umum. Kita refresh yuk?

Bagi Anda yang mendewakan protein hewani hingga mengkonsumsinya di pagi hari (tidak ideal bagi siklus cerna) sila simak 

Walau daging hewan, menyumbang protein jumlah besar, tapi sejatinya manusia tidak bergantung padanya sbg pemasok protein 

Kepadatan protein hewani membutuhkan kerja keras sistem cerna manusia dan pengurasan cadangan enzym yang sangat merugikan 

Belum lagi utk memecah protein, tubuh mengaktifkan enzym pepsin yg membutuhkan suasana lambung dalam keadaan asam tinggi 

Asam tinggi tersebut membuat kerja enzym lain (amilase semisal) berhenti bekerja saat dikonsunsi bersamaan protein hewani 

Indikasi ketidak harmonisan ini bisa dilihat dari rasa sebah tidak nyaman atau kantuk pasca konsumsi protein hewani berat 

Lebih buruk lagi, bila kombinasi itu tidak ditemani penyelamat berupa sayuran segar kaya enzym siap pakai & tinggi serat 

Mengkonsumsi protein hewani di pagi hari termasuk salah satu kebiasaan buruk yg sangat ganggu kesehatan jangka panjang 

Siklus cerna pagi yg buat energi tubuh dikonsentrasi untuk ‘membuang ampas’ sisa metabolisme malam hari, bisa terganggu 

Akibatnya bisa dipastikan protein hewani pagi hari tidak akan dicerna dengan baik dan ganggu keseimbangan saluran cerna 

Dalam jangka panjang sistem cerna yg terganggu, tidak akan mampu mencerna protein hewani secara baik, dan sisakan sampah 

Hiromi Shinya sebut itu sebagai protein cacat yg berpotensi sebagai ‘sampah sel’. Akumulasinya timbulkan penyakit fatal 

Dr. Robert Young katakan protein tak cerna sempurna santapan mikroba negatif yang berkembang sbg ancaman kesehatan mutlak 

Protein hewani bukan pasokan utama yg diperlukan tubuh. Buah-sayur-bijian beri protein dalam bentuk sederhana lebih akrab 

Bisa dicerna tubuh dengan mudah dan seharusnya menjadi pemasok protein harian tubuh. Konsumsi protein hewani sesekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s