Punya Problem Gula, Konsumsi Gula Kalori Rendah?

Erykar@erikarlebang:

Ketawa geli, lihat kerabat yang divonis punya problem gula, memasukan gula kalori rendah ke secangkir kopi “Kan kalori rendah”

“Kenapa masih ngopi? Kenapa gak minum air putih” | “Aduh gue paling gak bisa abis makan gak minum kopi” jawab pertanyaan saya

Bagus juga dia gak tau siapa dan apa reputasi saya. Jadi bisa paham pola pikir umum penderita penyakit degeneratif populer ini

Saya beri pertanyaan logis lain, “Punya problem kolesterol, gak?”| “Iya ada! Wah tau aja lo!”| “Terus makan apa disini?” 

Kebetulan di acara sukuran keluarga ini, makanan di meja atau booth gak ada yang bersahabat dengan penderita kolesterol 

“Gak masalah, kemana-mana sekarang bawa ini” *rogoh saku tunjukkan kapsul produk berembel-embel ‘lipid’* “Abis makan, minum!” 

“Lo harus punya, seumuran kita udah harus peduli kesehatan. Lo cek deh gula sama kolesterol, siapin ginian” lanjutnya lagi 

Setelah itu kami berpisah. Dia pindah ke seksi makanan penutup ringan. Gak tau, makanan apa yang diambil? Kan manis semua!

Males juga nanya lebih jauh, sulap apalagi yang dia punya untuk mengatasi problem makanan penutup yang umumnya manis-manis?

Tapi darinya saya bisa belajar sekali lagi kenapa penyakit degeneratif itu makin buruk wujudnya dari waktu ke waktu 

Sayang saya malas juga bertanya ke dia, pendapatnya apa “Kok bisa punya problem gula dan kolesterol di usia yang masih muda?”

Badannya juga gak jelek. Bagus malah. Tergolong masih langsing untuk seusianya. Paling gak indikasi masih rutin berolahraga

Berdasar elemen jawaban dan fakta terlihat, saya berani bertaruh jawaban dia pasti “Gak tau nih kenapa?” Atau “Ini turunan!”

Ujung-ujungnya sih Tuhan yang disalahin *nyengir*. Kasihan sekali, orang seperti kerabat saya ini cuma memperpanjang masalah

Beralih ke gula kalori rendah untuk menikmati ‘manisnya hidup’ bagi penderita problem gula, itu paham yang benar-benar ngawur

Analoginya mirip mobil yang lampu oli menyala, bukannya ganti oli atau ditambah, tapi malah, sekering lampu indikator dicabut!

Atau minum lipid-lipidan untuk mengatasi masalah makanan berkolesterol. Itu sama kayak minum racun dan penawarnya sekaligus 

Jangan bicara konsep mencegah dan merawat kesehatan, apa yang kerabat saya lakukan itu mengawetkan proses perusakan kesehatan

Kalau mau sehat, basis tindakan kita seharusnya preventif dan supportif, mencegah dan merawat! Jangan kebalik! 

Basis kesehatan kuratif, sakit dulu baru diobati, mayoritas acap hanya melambatkan kerusakan atau memperparah proses kematian

Sakit gula lantas berpaling pada produk rendah kalori, lantas minum kopi atau teh, itu tetap siksa pankreas! Problem pangkal

Badan langsing, rajin olahraga, masih kena kolesterol? Cek pola makan harian! Jangan lari mengandalkan produk lipid-lipidan

Saya pernah mentwit kenapa kolesterol muncul padahal rajin olahraga dan (mengira sudah) jaga makan. Ada di web dan buku saya.

 Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s