Saat Sakit Konsumsi Makanan Yg Bisa Bikin Cepat Sembuh

Erykar@erikarlebang:

Pelajaran hari ini, saat sakit konsumsilah makanan yang memfasilitasi upaya tubuh menyembuhkan diri sendiri.

Doktrin yang selama ini berlaku menempatkan protein hewani sebagai menu makanan ‘kelas atas’ wajib santap berdasar banyak hal.

Pertama, anggapan bahwa protein hewani adalah pembangun sel, yang diperlukan untuk mempercepat penyembuhan saat sakit.

Kedua dari sisi cita rasa. Protein hewani memberi rasa ‘gurih’ yang memudahkan si sakit mengkonsumsi menu makannya lebih mudah.

Ketiga, sisi gengsi. “Sudah sakit kok gak dikasih makan daging? Kapan sembuhnya?” Ungkapan yang sangat sering kita dengar.

Itu tiga hal, diantara sekian banyak elemen, yang membuat protein hewani ditempatkan di kelas atas dalam strata unsur makanan.

Padahal sejatinya, tidak demikian, tubuh yang sedang sakit membutuhkan energi untuk membantu penyembuhan dalam wujud lain.

Makanan itu, kendati ringan, tetap harus kaya unsur yang mudah segera dimanfaatkan tubuh. Enzym, mineral, vitamin dan lainnya.

Protein hewani jelas sulit dimasukan dalam kategori ini. Pertama strukturnya terlalu rumit-berat untuk diproses agar berguna.

Protein hewani tidak serta merta mudah dimanfaatkan tubuh untuk membangun sel. Ia harus dipecah dulu agar lebih sederhana.

Proses itu membutuhkan energi besar, yang mengganggu alokasi untuk penyembuhan tubuh. Memperlama dan persulit waktu recovery.

Kedua, padu padan, umumnya protein hewani dikonsumsi dengan karbohidrat agar rasanya lebih enak dan menyangkan lebih cepat.

Paduan cita rasa gurih dari protein hewani – manis dari karbohidrat memang jadi padanan ideal di tingkat indera kecap manusia.

Sejatinya padanan itu di level sistem cerna malah berlaku sebaliknya, tidak ideal! Perbedaan pemakaian enzym cerna semisal.

Inefesiensi kerja enzym amilase pemecah karbohidrat saat bertemu pepsin, enzym pengurai protein, adalah salah satu wujudnya.

Kombinasi non ideal beratkan sistem cerna, apa yang dimakan sulit diambil gunanya, rasa kenyang yang dialami, biasanya semu.

Tubuh beri efek mengantuk, lelah, kembung, sebah sebagai isyarat untuk menghemat energi agar masalah pencernaan teratasi.

PH darah pun biasanya bergerak ke kutub acid (asam) sebagai akibat akumulatif konsep padanan salah ini. Magnet untuk penyakit.

Seorang kawan ceritakan pengalaman, anaknya yang sakit, kondisi berangsur membaik saat diberi minum air putih secara berkala.

Juga gencar memberikan buah-sayur secara benar diwaktu makan. Tapi disaat kondisi membaik, sedikit lupa beri padu padan menu.

Nasi dan ayam menjadi pilihan, karena nafsu makan yang membaik. Kemudian konsumsi obat seperti biasa. Apa yang terjadi?

Tidak lama si anak merasa mual dan perutnya tidak nyaman. Ia pun lalu memuntahkan semua yang baru saja dimakannya.

Sesuatu yang wajar saat saya diceritakan, tubuh menolak menerima kombinasi makanan berat karena energinya sedang dihemat.

Saat sakit pastikan tubuh terima asupan makan yang benar. Buah-sayur segar memberi energi cepat dan unsur vital dibutuhkan.

Air putih secara berkala juga fasilitasi penyembuhan. Karena daya tahan tubuh sangat bergantung pada ketersediaan cairan cukup.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s