Senang Pakai High Heels?

By: Erikar Lebang, 7 Dec 12

Bahas seputar masalah big boobs, high heels tadi dan kaitannya dengan back pain. Banyak yang nanya nih. Bahas big boobs? Maunya! High heels!

Kenapa high heels membuat back pain? For sure, kualitas struktur kaki yang terganggu jadi masalah utamanya

High heels, hak tinggi, buat sudut kemiringan tertentu yang pengaruhi posisi otot hamstring- gastrocnemius, elemen primer kaki

Otot yang memanjang di bagian belakang, merupakan elemen primer penunjang kualitas kerja struktur kaki untuk menopang tubuh

Sejatinya ia harus berbentuk memanjang dan mendorong kaki menapak ke tanah dengan kuat. Membuat tubuh leluasa tegak-bergerak

Apa yang terjadi saat pasangan otot itu dipaksa memendek karena posisi hak tinggi? Fungsinya berkurang drastis, beban ekstra

Otomatis beban ekstra tersebut dikompensasikan tubuh ke areal-areal lain yang semestinya tidak memegang tanggung jawab primer

Lutut, paha depan, panggul, tulang punggung bawah-atas, semua mengkompensasi menanggung beban tidak semestinya, berubah bentuk

Bentuk struktur yang berubah otomatis ubah juga fungsi serta kualitas terkait sebagai akibat. Itu baru sekedar berdiri tegak

Bisa dibayangkan mereka yang sanggup berlari, bermanuver, membungkuk, memutar tubuh dengan mempergunakan hak tinggi? Worse!

Pernah mendengar orang yang menyombongkan diri harus mempergunakan hak tinggi setiap saat? Mereka sebenarnya harus dikasihani

Saat mempergunakan sepatu datar, kadang terjatuh karena malah sulit jaga keseimbangan. Ini contoh kualitas kaki terburuk

Karena otot hamstring-gastroc mereka telah memendek sedemikian rupa akibat dorongan hak tinggi, tidak mampu lagi jadi normal

Saat harus panjangkan bagian belakang kaki, otot menolak, karena bentuknya telah memendek sedemikian rupa, hilang keseimbangan

Pernah melihat orang yang terbiasa mempergunakan hak tinggi berdiri normal? Mereka umum mendorong rusuknya terlalu ke depan

Atau sebaliknya tubuhnya condong kedepan, kalau berjalan seperti orang terhuyung-huyung. Disuruh jalan pelan bingung

Tapi disuruh jalan cepat pun mudah mengeluh lelah. Kedua bentuk abnormal ini umum punya masalah sama. Musculoskeletal pain!

Mulai dari ankle, lutut, selangkangan, panggul, lower back atau sekujur tubuh. Kadang cepat terkena artritis dan osteoporosis

Mereka juga di fase tertentu umum bermasalah punggung seperti HNP (saraf terjepit)-Piriformis Syndrome terkait saraf sciatica

Jalan keluar? Yang paling ideal tentu pensiunkan hak tinggi Anda kalau rasa sakit sudah sangat parah hingga disarankan operasi

Kalau belum sebegitu parah. Coba pakai hak tinggi secara rasional, pergunakan disaat perlu saja. Ganti segera setelah selesai

Jangan lupa, rawat struktur tubuh terutama kaki, via aktivitas olah fisik berkualitas seperti #Yoga dan Pilates

Pose #Yoga ini, salah satu rekomendasi untuk mereparasi kualitas otot kaki belakang yang buru http://t.co/5VSIUseQ

Image

Nah tuh! @rezagunawan: ..dan juga organ reproduksi seringkali terpengaruh secara fungsional, mabro.. *highheels*Beauty industry is kinda tricky, in a way it makes people feel better superficially, while reinforcing subconsciously their inadequacies.

Erykar: @erikarlebang

http://storify.com/honeyniena/high-heels

Pembahasan high heels dengan @evassanctuary, laporan @Metro_TV dan pengamatan dari @yudithrachma_md tentang #yoga. Hmm, mari bahas backpain

Sebenarnya sangat jarang bahas tentang #yoga di Twitter, terlalu kontroversial dan out of this world. Sesama pengajar yoga aja suka tulalit

Pertanyaan @evassanctuary dan bahasan http://metrotvn.ws/N177783  tentang high heels sebenarnya menjadi dasar dari problem populer –> back pain!

Kenapa high heels? Sederhana sekali, pemakaian berulang akan membuat struktur muskulo skeletal (koordinasi otot-tulang) tubuh terganggu.

Karena kompensasi itu seharusnya hanya boleh dilakukan sesekali atau setidaknya dalam waktu singkat, bukan frekuentif, apalagi menjadi rutin.

Memakai high heels secara rutin jelas akan menghasilkan harga kompensasi turunnya fungsi kaki, salah satunya back pain yang amat mengganggu.

Tubuh bisa berdiri, bergerak maju mundur, kiri-kanan seharusnya ditopang oleh sepasang kaki. Itu harga mati, hukum alam anugrah Tuhan.

Untuk itu diperlukan sepasang kaki yang berfungsi sempurna. Dari sisi tulang, sendi dan otot pendukung, semua harus bekerja secara simultan.

Menggunakan high heels akan merusak tatanan tersebut. Pertama, bagian belakang kaki (otot betis-paha belakang) mau tidak mau memendek.

Saat serat otot memendek, otomatis kualitasnya berubah, menurun jauh di sisi fungsi, pemanfaatan energi dan keawasan tubuh (proprioception).

Kompensasinya, otot kaki bagian depan segera mengambil alih fungsi, walaupun secara fungsi sejatinya berbeda. Tapi itu naluri alamiah tubuh.

Kompensasi kedua, areal muskuloskeletal punggung juga ambil alih beban akibat malfungsi bagian belakang kaki tadi. Walau salahi kodrat.

Itu sebabnya mereka yang terbiasa memakai high heels akan secara naluriah memiliki tubuh yang condong bergerak ke depan. Salahi struktur.

Di awal mungkin lebih terletak pada berapa tinggi hak sepatu yang dipergunakan. Tapi lama kelamaan asal tumit lebih tinggi dari jari kaki.

Itulah sebab kenapa, pada wanita terutama, problem back pain sulit diatasi secara permanen. Semua terapi hanya bisa kurangi di level awal.

Karena terapi atau penanganan medis (medikasi-operasi-fisioterapi) diarahkan lebih ke akibat, bukan penyebab kenapa back pain itu terjadi.

Kita lebih sibuk membahas masalah bocornya disc antar ruas tulang punggung, pembengkakan saraf sciatica, radang otot piriformis-iliopsoas.

Semua terapi diarahkan kesana. Atau sekedar mereduksi rasa sakit dengan bermacam teknik. Cuma saja, perubahan struktural tubuh tidak ada.

Kalau pada wanita ya, pemakaian high heels yang paling umum. Saya pernah ketemu seseorang bertanya tentang back pain, baru dari fisioterapis.

Tapi tebak, sepatu apa yang dipakainya saat bertemu dengan saya? Stiletto dengan hak sekian centimeter yang membuatnya tinggi menjulang!

Waktu saya tertawakan kondisinya dengan menyebut, selama sepatu itu terus ia pakai, gak akan pernah ia sembuh permanen dari backpainnya.

Ia bilang, “kalau gak pake high heels, saya malah suka jatuh”. Tersirat kebanggaan disana. Padahal justru sangat memprihatinkan kondisinya.

Itu berarti harmoni otot kakinya sudah bisa dibilang rusak permanen. Sehingga saat harus memanjang normal nisbi hak tinggi, gagal berfungsi.

Ia terkejut saat saya dengan santai menebak kalau pasti ia punya problem rasa sakit lutut, pergelangan kaki selain dari backpain tersebut.

“Kalau lutut udah banget!” Malah sudah disarankan untuk bersiap suatu hari nanti akan ada penggantian sendi lutut artifisial. Very obvious.

Ia lebih takjub lagi saat saya dengan tepat menunjuk titik-titik spesifik dimana ia biasa merasakan rasa sakit di bagian punggungnya.

Baru dia percaya, bahwa high heels adalah satu faktor pemicu utama kondisi yang dimiliki. Bersikeras memakai, tunggu masalah lebih lanjut.

Berikut adalah pose #yoga yang biasa dilakukan oleh saya untuk mereka yang punya masalah back pain, terutama terkait buruknya kualitas kaki.

Suptha Padanghustasana dengan belt. Tapi pose ini umumnya sulit sekali dilakukan oleh pemakai high heels kelas rutin.Karena pemendekan pada otot paha belakang dan betis, meluruskan kaki bisa dibilang mustahil, akibatnya tidak maksimal. pic.twitter.com/retKM1CLCR

yoga1

Meningkatkan elevasi posisi tubuh salah satu jalan keluar. Disini ada tali tembok. Bisa diganti belt biasa, dipegang. pic.twitter.com/UcO2ST2piL

yoga2

Suptha Padanghustasana II adalah pose lanjutan yang dapat memberikan efek perbaikan otot abductor-adductor kaki. Pun mengurangi tekanan berlebih areal panggul, utamanya di daerah piriformis, beri efek terapikal aliran darah ekstra. pic.twitter.com/B36EnnbeUs

yoga3

Berikut adalah bharadvajasana untuk melembutkan ketegangan otot latisimus dorsi dan kelompok otot erector spinae. pic.twitter.com/TYJoDQuLB8

yoga4

Cuma semua pose tadi sekedar jalan keluar singkat. Harus ada jalan keluar yang lebih permanen. Berlatih rutin yoga agar postur harian benar.

Menanggalkan kebiasaan rutin memakai sepatu berhak tinggi. Pakai hanya pada kesempatan seperlunya saja. Lepas saat telah tidak diperlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s