Kadang Kita Berpikir Terlalu Rumit Untuk Sehat

Erykar@erikarlebang

Kadang kita berpikir terlalu rumit, terlalu kompleks, tanpa hasil. Padahal jawabannya ada di depan mata kita, dan sangat sederhana.

Pernah punya teman, diprediksi alergi buah ini-itu, berbasis kondisi hyperventilating dan chronic fatigue-nya, katanya via riset tercanggih.

Masalahnya, biarpun buah itu sudah dihindari, kondisi sama masih menghampiri. Cerita ke saya, lalu observasi hidupnya, itupun sambil lalu.

Sekali lihat saja ketahuan, kerja otot diafragmanya tidak sempurna, ia mempergunakan bahu-dada untuk bernafas, tipikal problem pernafasan.

Pola makannya? Hampir setiap makan ia pasti mengkonsumsi teh. Dan cukup rutin konsumsi alkohol pada saat menikmati dugem 2-3 kali perminggu.

Saya tantang dia untuk tetap mengkonsumsi buah yang dilarang itu. Tapi harus berhenti minum teh. Hanya minum air putih saja sesuai kebutuhan.

Sambil saya latih dia untuk belajar mempergunakan otot diafragmanya dengan baik. Certain yoga poses with regular practice can help there.

You know what? Dalam hitungan hari, problemnya menghilang semua! Padahal dia masih nakal, mengkonsumsi alkohol sesekali during the process.

Padahal dia konsumsi semua buah yang dilarang itu. Reaksi alergi sama sekali tidak ada! Pernafasan prima dan rasa lelah tidak pernah muncul.

Sederhana sekali penjelasan fisiologisnya. Teh bersifat diuretikal. Dehidrasi terjadi konstan dan secara akumulatif merusak tubuhnya.

Kerja otot diafragma di bawah par, menghasilkan pergerakan ekspansi paru-paru yang terbatas. Kebutuhan oksigen tubuh jelas tidak tercukupi.

Jangan heran bila ia terus menerus ‘gasping for breath’ dan merasa lelah secara periodik. Tipikal orang yang input oksigen dibawah batas.

Menghidrasi tubuhnya dengan baik, menghentikan elemen diuretikalnya, melatih postur yang memaksimalkan kerja otot diafragmanya, semua beres.

Terbayang berapa banyak usaha-biaya terbuang percuma untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya terbilang penyebabnya amat sederhana itu.

Padahal usaha-biaya itu mengatasnamakan teknologi, pendekatan rumit yang diklaim ‘tercanggih’ dan sesuai ilmu kesehatan terkini, yeah right.

Buka mata, buka telinga.. Observasi dulu tubuh kita, sadari apa yang terjadi di sekeliling, kenali kebiasaan. Mayoritas itu akar masalahnya!

http://storify.com/honeyniena/kadang-kita-berpikir-terlalu-rumit-untuk-sehat#publicize

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s