Rutin Olahraga Kok Masih Kena Problem Jantung?

http://storify.com/honeyniena/rutin-olahraga-kok-masih-kena-problem-jantung

@RivoPamudji : Farewell bro @ogelmonster. Eternal free ride in heaven….

@erikarlebang: Innalillahi.. Kawan pesepeda, cek kesehatan dan jaga sebaik mungkin.

Sahabat sepeda, baru lagi mendapatkan berita seorang rekan meninggal saat sedang bersepeda. Kabarnya lagi-lagi gangguan pada jantungnya.

Banyak yang bertanya, kenapa yang rutin berolahraga, entah kardiovaskular, permainan, latihan beban, kok masih bisa kena problem jantung?

Jawaban standar yang muncul biasanya adalah “problem genetik”, “memang sudah takdirnya”. Walau jawaban lain yang muncul sebenarnya konkrit.

Gaya hidup, pola makan terutama, pola istirahat adalah penyebab utama mengapa gangguan jantung bisa menjadi momok menakutkan. Perhatikan itu.

Sementara faktor yang paling difavoritkan jadi problem utama seperti stress, sebenarnya problem yang terlalu dibesar-besarkan, bisa dimanage.

Makan-minum dan istirahat sering menjadi masalah yang terlupa karena disepelekan dan acap menjadi bahaya mengerikan di waktu tertentu.

Tidur sering tidak diperhatikan para pesepeda, entah serius, entah pemula. Sudah berkali saya membantu rekan yang semaput saat bersepeda.

Ternyata saat dicek, malamnya baru saja dugem sampai larut. Dan langsung gowes pagi harinya. Bahkan pernah ada yang agak hangover, sinting!

Saya sendiri pernah lakukan kebodohan itu. Dikejar deadline, tidur hanya sempat 1.5 jam, tadinya mau batal gowes, teringat udah keburu janji.

Dan sepanjang sesi, memang secara performa tidak terlalu mengalami masalah. Namun tingkat kewaspadaan sangat buruk. Dan badan tidak nyaman.

Saya menjaga pola hidup 5 hari dalam seminggu. Memperhatikan makan dan rutin berolahraga dengan baik. Bayangkan dengan mereka yang tidak, lalu melakukan kebodohan serupa yang saya lakukan? Pernah mendengar pesepeda meninggal di trek tanjakan. Usut punya usut, dia tidak tidur.

Anda malas menjaga makan dengan konsumsi apapun sembarangan? Sekedar menyambung hidup sehari-hari saja, bisa jadi jantung Anda bekerja keras.

Tidur adalah sesi bagi mayoritas organ tubuh manusia untuk mencapai kondisi homeostasis agar semua kembali normal, lebih baiklah setidaknya.

Anda tidak tidur lantas memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berat? Bayangkan jantung atau organ vital yang sehari-hari sudah tersiksa.

Jangan protes saat mereka ‘ngambek’ dalam arti kata sesungguhnya. Tidak mau bekerja, membuat Anda kolaps atau malah sekalian ‘check out’.

Kebiasaan buruk para pesepeda atau mungkin rekan olahraga lain yang saya sorot adalah budaya minum teh sebelum atau selama sesi olahraga.

Teh, walau mengandung kafein yang mampu menjadi doping dan mendongkrak performa serta rasa nyaman sesaat. Namun efek sampingnya buruk! Jauh lebih buruk ketimbang dorongan energi sesaat yang diberikan. Apalagi bila peminum teh punya hobi mencampurkan gula ke dalam teh itu.

Lonjakan energi yang diberikan lebih gak worth it lagi. Segera diimbangi dengan kucuran insulin agar gula darah tidak menggila menyulitkan. Akibatnya dalam waktu singkat, energi menghilang dari tubuh disertai rasa lelah dan disorientasi, salah satunya efek diuretikal teh.

Diuretikal, pembuangan cairan tubuh, memiliki segudang problematika, instan maupun akumulatif. Sel tubuh mengalami kerusakan itu yang pasti. Penumpukan asam laktat akibat energi yang dibutuhkan otot-otot tertentu juga menjadi lebih buruk, karena kekurangan cairan sulit dialokasi.

Bagi pesepeda, pelari atau aktivitas fisik lain, bila Anda mudah kram. Cek, apakah teh menjadi minuman rutin Anda? Bila ya, coba eliminir.

Jangan lupa, kekurangan cairan membuat pipa pembuluh darah Anda menjadi getas. Dr. F. Batmanhelidj penulis buku You’re Not Sick Your Thirsty.

Penumpukan kolesterol di pembuluh darah sering ia temukan, cuma disebabkan masalah sepele, pipa pembuluhnya rapuh akibat dehidrasi.

Banyak juga pelaku aktivitas fisik yang minum kopi sebelum menggowes. Ini pun sebenarnya sangat berbahaya, terkait masalah kafein tinggi.

Hanya saja biasanya kopi diminum tidak dalam jumlah besar. Mungkin hanya 1 cangkir selama masa gowes. Sementara teh dalam jumlah banyak.

Walaupun demikian, bahaya kopi memang sebaiknya dihindari, karena secara akumulatif memang mengundang bahya yang lebih besar, bila rutin.

Itu hanya secuplikan kecil dari kebiasaan buruk yang umum terjadi dan seperti efek domino merusak ke banyak hal. Masih banyak yang lain.

@gilangCEO : untung gak tewas waktu lari 10K waktu itu kondisi masih capek dan baru tidur 1 jam, karena minum energy drink aja jadi melek.

@erikarlebang : Wah saya lupa masukin tentang energy drink, itu kafeinnya lebih sinting dari teh, dan diminum tanpa rasa bersalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s