“Mengurangi Makan” Bukanlah Cara Untuk Langsing

Erikar Lebang, @erikarlebang 10/Mar/2014

http://chirpstory.com/li/193628

Dicurhati serombongan ibu-ibu yang putus asa karena bolak-balik dietnya gagal. Setelah berbagai metoda menahun sekarang badan mulai protes.

Ada yang bolak-balik myom, ada yang hyperthyroid, gula melonjak dan lain sebagainya. Sementara badan ideal? Menjauh dalam kacamata mereka.

Ada apa sih? Sederhana saja, karena mereka gak realistis. Pemahaman kesehatan nol, tapi maunya banyak. Akhirnya jadi budak diet asal-asalan.

Pukul rata semua melakukan diet “kurangi makan”. Berkurang sesaat, begitu diet berhenti, melonjak lah dia kembali. Bahkan kini lebih buruk.

Mau segudang nama keren membungkus, diet kalori, puasa intermiten, karbo, macan (penyanyi dangdut kali ah) dll, sama intinya, kurangi makan!

Entah mau makan dihitung, ditimbang, diliat jamnya, cuma makan jenis ini-itu, tetap konsepnya sama, kurangi makanan yang masuk!

Saya sudah sering bahas pengurangan berat hanya terjadi secara gunung es, bila yang ‘dibuang’ hanya level gycogen, cadangan pada liver-otot.

Sekarang kita lihat dari sisi penggerusan cadangan lemak tubuh. Ada dua jenis: subcutaneous (subkutan) dan visceral (viseral). Ini penting.

Lemak subkutan adalah lemak yang disimpan tubuh di areal kulit. Relatif mudah dimanfaatkan tubuh saat diperlukan. Usia muda, tubuh penuh ini.

Yang repot adalah lemak viseral, dia bercokol dalam organ internal tubuh. Nah ini yang susah sekali dihilangkan begitu saja dari tubuh.

“Mengurangi makan” apapun namanya, umumnya gagal gerus cadangan lemak viseral, makanya biar sudah langsing masih kena sakit jantung, misal.

Sebaliknya kurangi makan ditambah olahraga keras dengan metode salah, apalagi tanpa olahraga, hanya mengurangi cadangan air dan otot tubuh.

Akibatnya saat putus asa berat stagnan, atau bosan dan gak mampu lagi diet, berat badan meroket kembali. Sayangnya kini dalam bentuk lemak!

Berat tubuh awalnya 85 kg semisal. Berkurang 5 kg, menjadi 80 kg! Saat menyerah, berat merambat kembali ke 85. Anda merasa balik modal dong?

Lucunya pakaian dan celana yang dulu bisa dipakai di berat 85 kg, kenapa sekarang menjadi sempit? Seakan berat Anda lebih dari awalan itu?

Karena berat yang hilang mayoritas otot, sedang yang kembali adalah lemak. Lemak lebih ringan dari otot, volume yang ‘masuk’ lebih banyak.

Areal tubuh yang diperlukan lebih besar dari sebelumnya. Itu sebabnya celana sulit ditutup resletingnya dan baju sulit dikancingkan.

Sisi buruk lain, lemak viseral yang menumpuk pada organ dalam itu memberikan banyak efek negatif dalam kesehatan dan merusak fungsi organ.

Berita buruk tambahan, tubuh yang berulang kehilangan berat akibat diet asal lapar, semakin sulit menemukan berat ideal, karena otot hilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s