Efek Obat, Suplemen & Makanan Yang Mengandung Esterogen

Dr. Prima P,SpOG,CCP , @dokter_prima, 08/05/2014

http://chirpstory.com/li/205171

Baca koran lihat berita “emon dihajar di tahanan sama rekan satu sel” kok terasa konflik dihati…antara nyukurin dan perlindungan hukum.

Tapi sepertinya tahanan ikut kesel pada emon yang telah sukses menyodomi bocah satu kampung dan merubah orientasi seksual mereka.

Peluang ratusan anak laki sekampung yang dewasanya ingin “membalas” sekaligus “menikmati” perilaku homoseksual sgt mengkhawatirkan.

Penyimpangan orientasi seksual cukup besar dipengaruhi lingkungan, pengalaman traumatis, masalah ekonomi.

Faktor biologis sejak janin bisa berpengaruh, pusat seksual di otak berubah. Misal ibu hamil janin laki konsumsi obat mengandung estrogen.

Hati2 ibu hamil yang konsumsi kalsium mengandung estrogen. Yang tujuan awalnya utk ibu menopause yang “dijual” utk ibu hamil.

Banyak dokter kandungan tidak sadar jika dalam obat kalsium yang diresepkan mengandung estrogen. Jika janinnya laki2 bisa risiko jadi emon.

Apalagi jika kalsium mengandung estrogen diminum selama kehamilan. Risiko semakin besar pengaruhi pusat seksual di otak janin laki2.

Estrogen yang ada pada kalsium ibu hamil biasanya tertulis: ganistein, soy natural isoflavon atau sejenisnya.

Riset tunjukkan konsumsi isoflavon selama hamil akan membuat gangguan hormon testosteron & pembentukan sperma janin laki saat dewasa kelak.

Jadi faktor biologis terjadinya emon bisa dipengaruhi pola konsumsi ibu selama hamilam hati2 juga konsumsi susu kedele. Tinggi isofalvonnya.

Ayam disuntik estrogen biar cepat gede tapi efek estrogen membahayakan. Tempat suntik biasanya di leher atau sayap ayam. Hindari aja.

Tapi di Indonesia ayam kampung ada juga yang disuntik esteogen. Ini sih ayam kampungan hehe. Risiko juga. Jadi gimana dong? Repot belanjanya.

Susah juga kalo pedagang menghalalkan segala cara agar untung, ada yang pake formalin, borax, pewarna tekstil, es batu dari air kotor dll..

Pestisida juga berbahaya karena bersifat xeno estrogen..ingat sayuran dan buah dengan pestisida yang tidak dihilangkan sebelum konsumsi juga bahaya.

Buah-buahan yang sangat awet warna, bentuk, keutuhannya sangat mungkin diberi campuran pengawet..jadi buah2 lokal yang tidak tahan lama, lebih baik.

Tapi hati2 juga beli buah atau makanan pinggir jalan. Semakin rame jalanannya kadar timbal dalam buah/makanan makin tinggi. Racun, bikin autis

Kalo mau “bike to work” hati2 juga. Kalo jalanan macet polusi kena langsung bikin sperma jadi rusak, loyo..sama juga kalau naik motor macet2.

Kembali ke suplemen kalsium, lebih baik kalsium dengan campuran vitamin D3..membantu metabolisme dalam tubuh..

Tapi riset tunjukkan konsumsi kalsium jangan berlebihan. Dipikirnya semakin banyak konsumsi kalsium tulang makin kuat.. SALAH!!

Konsumsi kalsium maksimal 1200mg/hari.. Kalo berlebih akan dibuang, masalahnya dia akan membawa kalsium lain terbuang juga. Defisit!

Ternyata konsumsi kalsium berlebih malah akan menjadi osteoporosis! Kl malah dibuang berlebihan. Jadi kita harus konsumsi secukupnya.

Konsumsi yang berlebih atau kurang tidak baik..secukupnya yang terbaik. Makanan hrs sehat seimbang.

Kita harus terus belajar, baca hasil riset terbaru dan terpercaya (evidence based medicine)..kita tidak bisa “pakai kaca mata kuda”.

Hati2 juga info dari internet sering ngaco bin ngawur..pilah2 info yang dibaca. Kita pengen hidup sehat bisa salah paham lho.

Oh ya ada pertanyaan tentang tempe tahu.. Memang adaa kadar fitoestrogennya tapi efek fermentasi bisa mengurangi dampaknya.

Jadi makan produk olahan fermentasi kedele gak apa-apa. Susu kedele yang harus dihindari wanita bakat kista/mioma atau laki2..jadi emon mau??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s