Ketakutan Akan Virus MERS & Virus-virus Lainnya, Bagaimana Menyikapinya?

Erikar Lebang, @erikarlebang, 12/5/2014

http://chirpstory.com/li/205652

Dapet message, telepon dari media, banyak orang panik dan bingung menghadapi virus MERS! Kalau mereka tahu, ada berapa milyar virus di udara.

Mulai dari virus sekelas MERS, Swine, sampai yang ecek-ecek seperti Influenza, sangat mungkin bertebaran di udara sekitar Anda. Panik?

Harusnya tidak. Karena Tuhan tidak sekejam itu menciptakan pembunuh di sekitar kita tanpa menciptakan pelindung tubuh yang jauh lebih kuat.

Daya tahan tubuh kita jauh lebih kuat serta berlapis ketimbang invasi perusak dari mahluk renik yang ada di sekitar kita. Itu kerennya Tuhan.

Kompleks dan berlapisnya daya tahan tubuh manusia itu bisa dianalogikan bagai benteng kokoh berpasukan sangat banyak serta sistem kerja rapi.

Bahkan sistem antibody tubuh kita bisa dianalogikan bagai deteksi radar yang punya teknologi canggih. Cepat kenali dan menembak jatuh musuh.

Tidak hanya sampai disitu, sistem pertahanan tubuh punya database virus, bakteri atau renik perusak lain yang pernah mereka temukan.

Dari sana tubuh menganalisa serta ciptakan semacam senjata untuk kalahkan musuh secara spesifik di masa depan, sekalinya mereka muncul lagi.

Mirip benteng pertahanan di film fiksi anime Jepang, tubuh bisa menciptakan semacam pelindung spesifik terhadap serangan mahluk angkasa luar.

Ini bukan logika orang bodoh atau perkiraan seorang awam, itu cuma analogi sederhana dari sesuatu yang memang benar ada.

Kalau gak ada logika dasar itu, produk farmasi gak akan bisa meramu obat dari simpel ke canggih, atau kita gak mengenal segala jenis vaksin.

Kalaupun itu gak ada, manusia sebagai koloni penghuni bumi, sudah lama punah, dihabisi oleh ‘pembunuh’ yang bertebaran di udara sekitar.

Jadi kenapa manusia bisa terserang oleh mahluk renik penginvasi tubuh itu? Sederhana, bentengnya dilemahkan, radarnya dirusak dari dalam.

Siapa yang merusak? Sayangnya si pemilik benteng (tubuh) itu sendiri, atau setidaknya lingkungan sekitar si pemilik benteng.

Umumnya tubuh dilemahkan gaya hidup, kualitas istirahat minim, waktu aktivitas fisik konsisten kurang, tapi yang paling utama, makanan!

Tanpa sadar makanan dikonsumsi sehari-hari, bukannya menguatkan benteng atau memelihara sistem pertahanan yang rapi, malah sebaliknya.

Apa yang rutin kita konsumsi membuat lubang besar menganga dalam benteng, tempat dimana invasi bisa dilakukan besar-besaran, menaklukkan.

Apa yang kita makan sehari-hari, mengacaukan sistem pertahanan tubuh yang begitu rapi, ibarat memasukan virus komputer ke dalam system.

Jadi bangunlah gaya hidup yang mampu memelihara sistem pertahanan tubuh secara berkesinambungan. Makan benar, istirahat baik, fisik aktif.

Pola makan padat protein hewani, penuh produk pabrikan, rutin minum selain air putih berkualitas, sama mensabotase sendiri pertahanan tubuh.

Sayang juga banyak makanan perusak tubuh tersebut, secara asumtif masuk dalam kategori makanan sehat, jadi ya dirusaknya tanpa sadar juga.

Mereka yang akrab dengan #KibulanSehat dan #KibulanSusu pasti paham kenapa pola makan asumtif ini menjadi kesalahan yang popular.

Belajar dan konsisten melakukan #Foodcombining dan #RawFood atau pola makan berbasis alkali, adalah contoh cara memelihara pertahanan tubuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s