“Masyarakat modern cenderung menerapkan pola makan yang hanya membebani usus” – Dr. Shinya

Erikar Lebang, @erikarlebang, 19/5/2014

http://chirpstory.com/li/207336

“Masyarakat modern cenderung menerapkan pola makan yang hanya membebani usus” -Dr. Shinya, world best gastroenterologist cc: @PenerbitMizan

Gara-gara pulang liburan, di jalan laper, ngewarteg *colek @aldowenas* liat menu cuma begini yang jual kebingungan http://t.co/muHHAdd706

Image

“Gak ada ikannya?” Kata dia. Hehe, mungkin yang dia maksud protein hewani ya? Ini aja udah menu kurang ideal sebenarnya, mayoritas prosesan.

Tapi kalau berdasar pilihan yang ada, “minimalisir beban usus” menerjemahkan kalimat Dr. Shinya di awal tadi. Ya itu menu paling masuk akal.

Kalau ditinjau dari sudut pandang umum, makanan tadi mungkin buruk di nilai kalori, dan nilai gizi karena gak ada sama sekali protein hewani.

Untungnya ada Dr. Shinya, gastroenterolog terbaik dunia, mengungkap kesalahan orientasi umum itu. Makan itu harus sehat sesuai realita tubuh.

Tubuh tidak memandang nilai kalori, nilai gizi secara sepihak sesuai asumsi manusia, tapi tubuh mengacu pada kapasitas kerja, baru kebutuhan.

Percuma gizi tinggi kalau gak sesuai kapasitas tubuh, bila kerja sistem cerna tidak terbantukan oleh apa yang dimakan, mayoritas membusuk.

Menu padat protein hewani, makanan dimasak lama, susu, apalagi ditemani teh dan kopi, jangan bicara soda, sirup serta alkohol, sampahlah itu.

Tubuh kesulitan memproses itu semua, di usus halus tidak terserap sempurna, pun di usus besar ia hanya membusuk. Belum ditambah malas kunyah.

Tubuh butuh makanan segar yang dihasilkan oleh alam serta sesuai ketentuan kerja sistem cerna. Yang pas ya buah dan sayuran segar.

Kaya enzim, mineral, koenzim, serat dan air, itu yang dibutuhkan tubuh. Sebagai penambah mungkin biji-bijian minim proses. Sesederhana itu.

Jadi makanlah sesuai kebutuhan dan bukan menjadi beban untuk usus. Jangan siksa sistem cerna berdasarkan kesalahan asumsi semata.

Yang ngomong itu Dr. Shinya, orang yang sudah melihat 300.000 isi perut manusia antar ras, antar benua, semua sama, usus gak bohong!

Jadi kalau menunya cuma begini, bukan masalah ngirit, tapi pelit #eh ..sepuluh ribu perak aja sih, cuma beban usus http://t.co/muHHAdd706

Image

Makanan model gini minial beban yang ditimbulkan gak banyak untuk usus, walau gak ideal, tapi kontradiksi gak banyak http://t.co/muHHAdd706

Image

Gak ada protein hewani, karena disana ada jumlah karbohidrat cukup banyak, kerja enzym amilase bisa tabrakan dengan pepsin.

Irisan timun segar, membantu mensuplai enzym yang minim ada diantara makanan mati (dimasak). Serat juga ada plus dibantu dari sayuran masak.

Makanan murah dan (mungkin) kampungan tadi, paling gak minim bentuk sampah usus, dan walau gak ideal-ideal amat, mudah dimanfaatkan tubuh.

Selalu geli kalau ada ahli kesehatan yang mengatakan data klinis yang diajukan Dr. Shinya gak ilmiah dan gak tergolong jurnal kesehatan.

Saya cuma balikin ke fakta sederhana yang selalu sukses bikin mereka gelagepan. Data klinis ini mencakup 300.000 isi perut manusia antar ras.

Dan 90.000 operasi dalam bentuk endoskopi dan kolonoskopi! Sangat jarang dan amat langka jurnal ilmiah-kesehatan punya data sebanyak itu.

Pun bila mereka kemudian berkilah, gak yakin data klinis Dr. Shinya bisa sebanyak dan disimpan serapi itu. Saya balikin lagi kesangsian itu.

Minimal ini data klinis, secara logika dunia kesehatan, file kesehatan pasien disimpan rapi adalah prioritas utama, apalagi era digital ini.

Tapi ok-lah, katakan Dr. Shinya bohong, saya balikin lagi, memangnya segala penelitian ilmiah-jurnal itu data yang diajukan, bisa diakses?

Mau klaim punya ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu (dan ini jarang sekali) responden yang diselidiki, ada data pastinya? Tarohan, nggak!

Kalau udah digini’in yang skeptis, biasanya diem, manyun sendiri. So, jangan mudah dibodohi, kalau dalam kondisi kitanya sama-sama bodoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s