Pola Hidup Sehat Adalah Soko Guru Kualitas Kehidupan, Bukan Pemakaian Obat

By Erikar Lebang

http://chirpstory.com/li/214895

Ditegur teman yang katakan bahwa tidak selamanya pola hidup sehat bisa mengatasi masalah kesehatan, “secara teori sakit dibagi dua” katanya.

“Yang disebabkan oleh mikroorganisme, lalu menghadirkan infeksi, jadilah penyakit” jelasnya. Sisanya penyakit disebabkan non mikroorganisme.

“Penyakit non mikro ini, bisa turunan (herediter), kelainan bawaan dari lahir (congenital), bisa juga kanker, tapi gak menular” kata dia.

“Nah pola hidup sehat yang lo edukasikan itu, lebih cocok untuk penyakit non mikroorganisme, kayak gagal jantung, diabetes dan lainnya”.

“Tapi kalau penyakit mikroorganisme gak cocok pake pola hidup sehat, karena sifatnya menular, bahaya..harus dicegah dengan pemakaian obat”.

Saya cuma bisa menghela nafas panjang. Dari cara ngomongnya sudah ketebak latar belakang teman saya ini kan? Dimana obat adalah solusinya.

Sebelum berpanjang-panjang, terkait serangan mikroorganisme dan kenapa bisa tertular, kita harus mencoba menganalogikan secara sederhana.

Anggaplah tubuh seperti benteng pertahanan, lalu mikroorganisme sebagai musuh yang menyerang. Apa yang membuat benteng bisa takluk?

Jawaban sederhana, pertahanan yang lemah! Musuh mudah menguasai atau setidaknya membuat kerusakan dalam benteng, saat barikadenya lemah.

Barikadenya lemah itu seperti apa? Ya apapun yang melemahkan benteng: Gerbang yang lapuk, tembok benteng yang bobrok, banyak lubang, apalah.

Tapi kalau kuat, lawan pasti sukar menembusnya. Bisa membuat mereka sampai frustasi, mundur, atau menunggu kesempatan benteng lengah-lemah.

Selain kuat, cara lain mengalahkan musuh, adalah dengan mengandalkan bantuan luar. Katakanlah pasukan benteng tetangga, datang membantu.

Bila paduannya pas, pasukan bantuan ini bisa mengalahkan musuh. Tapi kalau tidak, bisa jadi sebaliknya, kedatangan pasukan ini merugikan.

Bisa dari sisi, internal benteng, jadi tidak terlatih, karena mengandalkan pasukan bantuan. Sisi lain, pasukan lawan jadi paham, beradaptasi.

Nah semua analogi itu, kaitkan dengan kondisi tubuh yang diserang mikroorganisme. Benteng = tubuh, mikroorganisme = lawan & obat = bantuan.

Mematahkan logika kawan saya tadi, tubuh yang kuat karena dibangun oleh pola hidup sehat tidak akan mudah terserang mikroorganisme.

Sementara tubuh yang bergantung terhadap pemakaian obat dan alpa menjaga pola hidup sehat, justru menjadi sasaran empuk mikroorganisme.

Kebiasaan pada obat itu akan melemahkan tubuh dari dalam secara berangsur, ibarat benteng yang diserang dari dalam dan luar, makin lemah.

Apalagi kalau obatnya disalahgunakan, semakin berat dosis dan kapasitas kerjanya untuk mengatisipasi makin lemahnya daya tahan tubuh.

Ingat prinsip dasar obat adalah racun, semakin kuat kerja obat, semakin tinggi fungsi racunnya dalam tubuh. Bergantung pada itu? Bunuh diri.

Makanya kalau ada orang yang sakit sedikit mengandalkan antibiotik, dia sudah mengaplikasikan definisi antibiotik secara harfiah dalam hidup.

Anti = Lawan, Bio = Kehidupan.. Antibiotik sebenarnya memiliki definisi Anti Kehidupan, dengan maksud awal adalah mikroorganisme buruk.

Tapi karena disalahgunakan jadilah antibiotik itu kembali ke definisi awal, lawan kehidupan. Yang jadi sasaran adalah kehidupan Anda sendiri.

Jadi tetap saja, pola hidup sehat adalah soko guru kualitas kehidupan. Bukan pemakaian obat, apapun alasanya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s