Jadi Pasien Yang Cerdas

By Erikar Lebang

http://chirpstory.com/li/230462

Semalem dicurhatin teman yang ngeluh, bibirnya mati rasa dan nafasnya jadi sesak. Selidik punya selidik ternyata dia baru minum obat.

Gara-garanya dia jatuh saat bersepeda di pagi hari. Untung gear pengaman lengkap, jadi kepala aman. Pipinya aja jadi seksi, sama mata bengap.

Nah, untuk menjaga dari hal yang tidak-tidak, saya sih sangat menyarankan dia untuk pergi ke dokter. Just incase terjadi gegar otak ringan.

Secara gejala sih dia tidak menunjukkan apa-apa, mual, pusing atau disorientasi. Tapi ya jaga-jaga saja lah. Akhirnya memang dia kesana.

Saya gak tau detilnya dia gimana. Tapi dia baru laporan pasca bibirnya mati rasa dan mengalami sesak nafas itu. Saya tanya, minum obat apa?

Dia memperlihatkan foto obatnya. Gini-gini saya kan anak dan cucu dokter, saya langsung tahu kalau itu obat penawar rasa sakit.

Waktu saya katakan demikian, temen saya agak kaget. Karena dia sudah mengatakan pada dokternya, kalau dia punya mampu menahan rasa sakit.

Karena dia berpaham, bahwa bila tidak perlu-perlu amat, gak mau minum obat. Di sisi lain, rasa sakit akibat kecelakaan itu pun tidak ada.

Kata dia dokternya cuma mengiyakan, sambil mengatakan bahwa rasa sakit itu akan muncul belakangan. Jadi dia bersikeras meresepkan.

Yang saya tekankan disini adalah, mari menjadi pasien yang cerdas, kalau seorang ahli kesehatan menuliskan resep atau memerintahkan tindakan.

Cari tahu lebih lanjut, definisi dari obat itu, efeknya, dan resikonya? Demikian juga dengan tindakan medis lain, pemakaian alkes semisal.

Jaman sekarang mencari tahu tentang hal tersebut, mudah. Selain mencari opini dari ahli kesehatan kedua dan ketiga, langkah cepat juga ada.

Gunakan mesin pencari online seperti google, akan keluar banyak informasi tentang obat yang dicara, dengan bahasa mudah dimengerti.

Dari sana Anda bisa tahu, dan bisa memilah sendiri, apa resiko dan kegunaan serta di sisi lain benarkah tubuh kita memerlukan?

Teman saya baru mengerti kenapa ia sulit bernafas, saat saya jelaskan dalam bahasa sederhana apa logika dasar obat penawar rasa sakit.

Karena rasa sakit amat terkait dengan koneksi saraf ke otak, hal ini direkayasa sedemikian rupa agar tidak terjadi sesuai mekanisme dasar.

Saat ini terjadi, rasa sakit bisa teratasi. Hanya saja yang lupa disampaikan adalah logika kontrol organ tubuh pun lewat mekanisme sama.

Kontrol otot diafragma yang mengatur pernafasan, berpotensi ikut juga terganggu, ini yang menyebabkan dia mengalami sesak nafas.

Otot diafragma bergerak naik-turun menentukan pergerakan paru-paru dalam menghimpun dan mengeluarkan nafas. Saat ini terganggu, ya sesak lah.

Ini yang terjadi dengan teman saya. Untungnya sistem pernafasan bersifat semi autonomous, jadi bisa independen dan bisa juga dikontrol.

Ini yang menjelaskan kenapa teman saya saat relaks, justru dia mengalami sesak nafas, sedangkan saat dia fokus, nafasnya berjalan normal.

Nah intinya disini adalah, carilah informasi dengan baik, jadilah pasien yang cerdas. Untuk belajar sekarang banyak sekali sumber.

Informasi di mesin pencari seperti google atau lain di internet memudahkan itu semua. Tentu ada informasi salah tapi lebih banyak yang benar.

Makanya jadilah cerdas. Mungkin satu-dua kali Anda bisa salah. Tapi dengan belajar dari kesalahan itu Anda makin cerdas. Makin mandiri.

Kalau gak perlu, ya gak usah. Kalau sangat diperlukan baru ambil tindakan. Itu pun sudah tahu resiko dan apa yang dilakukan bila bermasalah.

Jadilah pasien yang cerdas! Jangan mau didoktrin. Informasi ada dimana-mana, pilah secara cerdas. Biasakan punya 2-3 opini ahli kesehatan.

Tapi intinya, jadilah pasien yang cerdas. Sekarang jamannya sudah memungkinkan kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s