Food Diary, Penting Dalam Food Combining

Ini curhatan teman terkait urusan berat badan dan pola hidup sehat. “Udah sesuai juklak #Foodcombining, sehat sih, tapi berat naik terus”.

Biasanya saya gak terlalu menggubris curhatan seperti ini, karena biasanya ‘lain di mulut lain di apa yang dilakukan’, cuma ini agak berbeda.

Karena dalam beberapa kesempatan teman saya ini tergolong disiplin dalam menjalankan #Foodcombining. Awal kira cuma karena lagi bareng saya.

Tapi ada beberapa teman laporkan hal sama, “Si A itu makannya #Foodcombining banget deh, disiplin, tapi kok gak kurus-kurus ya?”.

Again, biasa bereaksi dengan mengatakan, “Tujuan utama adalah sehat, berat badan nanti dicari sendiri oleh tubuh sehat” Cuma lagi, ini beda.

Teman satu ini sudah cukup lama melakukan #Foodcombining dan dia sendiri mengaku, kualitas hidup meningkat, banyak penyakit lama minggat.

Dari sana sih sukses, hanya terkait berat badan, dia memang amat jauh dari proporsional. Kurusan dikit sih, tapi dikiiiiit banget! *ngedip*.

Ibaratnya rada kurusan, tapi liatnya sekilas sambil ngebut, sementara dia lagi berdiri di pinggir jalan tol.. “Iya, elo langsingan.. dikit”.

Berat badan yang tidak seimbang seperti ini, akan membuat progress kesehatannya terhambat. Bisa jadi perbaikan yang telah terjadi, mundur.

Ada dua jenis lemak, subkutan dan visceral. Subkutan itu lemak di bawah kulit, dan visceral melapisi organ. Berat tubuh kadang gambarkan ini.

Bila terlihat tubuh miliki berat di atas rata-rata dan terlihat berlemak, sangat mungkin nilai subkutan visceralnya juga diatas rata-rata.

Ini amat membahayakan rangkaian kerja anatomis dan fisiologis tubuh terkait kelangsungan kesehatan serta kualitas hidup jangka panjang.

Sejatinya sih #Foodcombining bila dilakukan benar akan melakukan koreksi sendiri dan mengembalikan semua ke angka normal sesuai kebutuhan.

Bukan sesuai ekspektasi ya.. Banyak orang beratnya sudah normal, naik atau turun sesuai usia. Tapi nuntut tampilan kayak di usia remaja dulu.

Tapi kalau kasus teman saya ini, beratnya masih ‘agak’ over, kendati sudah #Foodcombining juga kendati sudah membaik kualitas kesehatannya.

Berarti ada yang salah nih. Selidik punya selidik, saya pas masuk mobilnya dia. Wah ternyata dalam mobilnya banyak sekali terdapat cemilan!

Sering kita mengingat hanya hal yang ingin kita ingat saja, dan cenderung melupakan hal kecil. Padahal hal kecil itu akar masalah sebenarnya.

Ternyata teman saya ini, memang disiplin #Foodcombining, tapi hanya di jam tertentu. Pasca sarapan buah misal, masih jam itu dia bisa nyemil.

Bahkan dia seringkali mengkonsumsi cemilan atau kudapan yang tidak sesuai dengan aturan #Foodcombining, lemper, bacang, burger semisal.

Pas ditembak kesana, baru ketauan teman saya ini, hobi banget mengudap makanan. Kudapannya banyak dan beragam. Ya sudah kalau begitu.

Kalau sesekali sih gapapa, bisa dibilang namanya sebagai rekreasional. Nah kalau sering-sering? Itu sih namanya sudah menjadi ritual!

Kasus begini biasa agak sulit ditangani tanpa niat yang kuat. Karena kaitannya ada pada kebiasaan bawah sadar. Saran saya buat food diary.

Jangan pernah makan apapun, tanpa mencatat dalam buku. Mau pake gadget juga boleh, tapi biasanya buku lebih ampuh, lebih nyebelin!

Pernah diomelin, “sialan saran lo, gue mau makan yang enak jadi gak jadi, cuma karena gue harus mencatat terlebih dahulu, ilang selera”.

Tapi orang yang komplain ini, sukses menurunkan kadar gula darahnya menjadi normal dan stabil. Setelah bertahun rutin minum obat diabetes.

Gitu deh! Kalau frustasi dan merasa sudah melakuan semua benar, tapi kok masih salah. Cek detilnya, seringkali keteledoran bermuara disana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s