“Gue sih makan bebas aja, kan udah olahraga ini”…

By Erikar Lebang

http://chirpstory.com/li/234803

Aduh, prihatin bener dengar kalimat super duper t*l*l yang diucap seorang teman “Gue sih makan bebas aja, kan udah olahraga ini”.

Yang mengucapkan kalimat ini seorang wanita muda, awal 30-an, cantik, tapi penyakit di tubuhnya segudang. Dia gak mewakili dirinya sendiri.

Tapi pernyataan temannya yang rutin olahraga. Dia mau ikut rutin olahraga, untuk hilangkan penyakit, makanya dia pinjam kalimat temannya itu.

Yang dia ragu, adalah temannya itu kendati rutin berolahraga, badannya terlihat ideal, tapi penyakitnya juga banyak! Dia bertanya pada saya:

“Harus berolahraga bagaimana? Supaya doktrin ‘kan udah olahraga, jadi bisa makan seenaknya’ bisa berlaku?”. Saya menggelengkan kepala.

Olahraga, apalagi keras, lalu mengkonsumsi makanan sembarangan = bunuh diri pelan-pelan. #Eh salah, itu bila dilakukan di usia muda ding.

Kalau sudah tua? Olahraga keras dan makan seenaknya? Itu sama aja minta cepet-cepet dipulangin sama Tuhan! Kenapa? Agak rumit sebenarnya.

Okay, tapi mari saya sederhanakan. Kan katanya saya jagoan ngibul sesuatu yang susah jadi mudah dimengerti.

Ingat logika radikal bebas? “Molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya” Apa itu efeknya bagi tubuh?

Dalam jumlah normal, molekul rusak dari radikal bebas seperti mekanisme alam yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh untuk membantu pergantian sel.

Dalam jumlah yang sedikit diatas normal, radikal bebas mulai mengganggu, tapi tubuh ada penangkalnya, Superoxide Dismutases katalis pencegah.

Masalahnya waktu SOD dibentuk tubuh, terjadi defisit cadangan enzim sebagai pendorong reaksi lain tubuh. Jadilah ketimpangan, tubuh abnormal.

Kalau terjadi sesekali ok-lah. Kalau keseringan? Ya cari mati namanya. Ada lagi Gluthatione, antioksidan pamungkas juga. Tapi, ada tapinya.

Diperlukan vitamin C dalam jumlah sangat besar untuk memungkinkan hal tersebut terjadi. Masalahnya jarang manusia konsumsi sebanyak itu.

Konsumsi dalam konteks yang benar. Dengan kata lain mengambil dari bahan yang alami, buah-sayuran segar. Kalau pabrikan sih, gak bisa jamin.

Nah bila radikal bebas mengekspose tubuh dalam jumlah besar, ini bencana luar biasa. Antioksidan yang diproduksi normal saja ada konsekuensi.

Apalagi antioksidan yang dibuat masif, besar-besaran, pasti punya efek bumerang lebih buruk. Plus ditambah radikal bebasnya tetap menang.

Radikal bebas yang mengambil terus menerus mengambil elektron dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga terjadi mutasi sel.

Bila mutasi itu konstan terjadi, jadilah problem penurunan fungsi organ tubuh yang sangat merugikan kesehatan. Gagal organ, gagal sistem!

Belum lagi kalau kekacauan sel tubuh manusia itu juga terjadi bertahun-tahun, sel tubuh manusia rentan berubah sifat menjadi sel kanker.

Hubungannya sama olahraga apa? Nah salah satu pemicu radikal bebas adalah oksigen! Dalam tubuh tidak semua oksigen diproses sempurna.

Jelas olahraga butuh energi lebih. Untuk mengubah nutrisi ke energi, proses metabolisme itu membutuhkan kehadiran oksigen berjumlah banyak.

Di satu sisi olahraga (yang benar) baik memelihara fungsi tubuh secara anatomis fisiologis. Di sisi lain, olahraga tingkatkan radikal bebas.

Jadi bagaimana jalan keluarnya? Berolahragalah dalam takaran yang cukup, tidak berlebih dan tidak kurang. Dan, ini yang penting, makan benar.

Paham sekarang kenapa pasca berolahraga dan makan sembarangan adalah tindakan bodoh? Kenapa, karena pasca olahraga tubuh sebenarnya lemah.

Radikal bebas meningkat, aktivitas yang memerlukan enzim pendorong aksi metabolism pembentuk antioksidan sita banyak substansi penting tubuh.

Anda malah memberi beban tambahan ekstra bila makanan yang masuk adalah makanan sembarangan. Tubuh sudah jatuh tertimpa tangga!

Kalau logikanya cuma supaya gak gemuk berlemak, memang olahraga mungkin bisa jadi jalan keluar. Tapi apa guna? Luar bagus, dalem bobrok?

Bantulah tubuh pasca berolahraga dengan makanan yang benar. Makanlah makanan yang segar memiliki nilai antioksidan tinggi dan kaya enzim.

Buah, sayuran segar dan air putih berkualitas. Seharusnya jadi senjata utama asupan makanan pasca berolahraga. Sayang tidak banyak diketahui.

Pasca olahraga kita malah akrab dengan makanan-minuman kaya oksidasi, digoreng, dibakar, diproses, apalagi beberapa berembel sehat.

Gak heran, muncul anggapan, kalau sudah berolahraga masih kena penyakit, “wah berarti faktor genetik tuh”, yah Tuhan lagi disalahin!

Sekarang ubah mindset Anda, setiap berolahraga, jangan merasa sudah memberi tubuh benefit, jadi bisa makan sengaco mungkin. Kebalik!

Pasca berolahraga, justru tubuh berada dalam kondisi rentan. Makanlah sebaik mungkin. Makanan sehat itu gak mahal kok. Buah-sayur segar!

Minuman air putih yang berkualitas dan kaya mineral. Indonesia surganya makanan model begitu. Murah dan kenyang! Jangan buat alasan lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s