Kolestrol

By Erikar Lebang

http://chirpstory.com/li/231745

Hadeuh, ini infonya sangat menyesatkan, rentan memicu penderita masalah kolesterol untuk melakukannya setiap hari beritasatu.com/kesra/212398-s…

Dulu banget sudah pernah membahas tentang asal muasal kenapa kolesterol bisa menghantui kesehatan seseorang. Bisa dicari kultwitnya.

Problem utamanya adalah menipisnya dinding pembuluh darah, sehingga mudah pecah. Kolesterol yang bersifat lengket, dimanfaatkan tubuh.

Dijadikan lem atau semacam semen untuk lapisi areal yang menipis, ‘getas’ dan mudah pecah tadi. Makanya kolesterol beginian disebut ‘jahat’.

Bukannya kolesterolnya yang jahat, tapi justru dia penyelamat sesaat agar dinding pembuluh darah tidak mudah pecah. Masalahnya gak disitu.

Karena kualitas dinding pembuluh darahnya gak dibenahi-benahi, ya sudah, dilapisi terus oleh tubuh. Lama kelamaan dilapisi, jadi ketebelan.

Walhasil, darahnya jadi susah mau lewat, karena terowongannya kian sempit. Jadilah jantung setengah mati memompa aliran darah yang macet.

Tindakan kuras kolesterol penyumbat pembuluh darah, seringkali jadi tindakan temporer yang nanti akan muncul lagi-muncul lagi, buat frustasi.

Tindakan lebih bodoh adalah dengan minum obat peluruh kolesterol sebelum atau sesudah makan ‘enak’. Ini sih cuma bikin kayak pabriknya doang.

Hal sama dengan berusaha merekayasa sumber protein hewani agar rendah lemak, entah dipilih sumbernya, dibuang atau direbus berulang-ulang.

Tindakan ini juga sia-sia, karena mustahil protein hewani itu bebas lemak. Problemnya ada di tubuh, karena tindakan memanfaatkan kolesterol.

Itu reaksi alamiah tubuh, untuk melapisi dinding pembuluh darah yang lemah tadi. Jadi biarpun rendah lemak, tetap saja akan diekstrak tubuh.

Ini kejadian sama teman saya, anak gym. Kebetulan lebih senior dari saya. Makan dijaga a la anak gym, yang terkesan sehat, dada ayam rebus.

Dia sering mengeluh pusing saat berlatih dan kaget bukan kepalang waktu check up level kolesterolnya sangat tinggi. Ujungnya dia dioperasi.

Kaget bukan kepalang kami, badan bagus, makan dijaga (ya jaman itu saya masih mengira makanan anak gym itu sehat) kok bisa jantung mampet?

Kalau sekarang sih, saya jelas sama sekali gak kaget kalau beliau kena penyumbatan koroner. Balik aja lagi ke logika tadi yang dibeberkan.

Kurang air putih berkualitas, malas makan buah-sayur segar (dengan cara benar tentunya), kontributor utama lemahnya dinding pembuluh darah.

Apalagi ditambah rutin minum teh, kopi, alkohol peluruh cairan tubuh dan penghambat serapan substansi penting makanan, kondisi tambah cihuy.

Nah maka itu percuma saja merekayasa makanan kita yang gak sehat, supaya terkesan sehat, kalau kondisi tubuhnya gak dibenahi sama sekali.

Yang lucu, waktu kondisi tubuhnya dibenahi, malah makanan enak yang tadinya ‘haram’ dan sering disehat-sehatkan (seringnya jadi gak enak).

Supaya bisa dimakan. Setelah tubuhnya dibenahi, jadi bisa dimakan dalam keadaan asli, jadi masih enak banget. Tapi ya sesekali saja.

Pelaku #Foodcombining semisal, sering mendapati setelah tubuhnya sehat, sesekali makan sop kaki kambing, lehernya gak pegal atau pusing lagi.

Cuma ya sesekali, tahu diri lah. Jangan udah merasa sehat, lalu makannya juga lepas kontrol. “Ntar kan tinggal makan sehat lagi”. Itu bego!

Bukan apa-apa, ya kalau masih sempat sembuh? Kalau serangan berikutnya keburu mati? Kan repot?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s