Tubuh Tidak Bisa Bohong, Manusianya Bisa

By Erikar Lebang

http://chirpstory.com/li/231769

Jadi keinget teman, komplain “#Foodcombining kok gak gue kurus-kurus nih?” Reaksi saya? Gak ada! Sudah imun dengar beginian, omdo biasanya.

Bukan pelaku tapi pengaku #Foodcombining. Dan kebetulan ada lagi kerabat saya, ngaku-ngaku juga, malah kadang jadi ambassador yang kenceng.

Lebih ke sisi karena punya kekerabatan, bahkan kalau denger ceritanya nih, terkesan lebih #Foodcombining dari saya sendiri. Cuma, pakai Cuma.

Dia punya sakit lambung yang parah. Sering sampai gak berdaya. Gak nyambung kalau di sisi ini, ngaku #Foodcombining kok masih sakit itu?

Di sisi itu, saya juga cuma bisa ketawa. Mau dikasih seribu satu alasan, saya cuma ketawa. “Gak bisa kurus, soalnya genetik keluarga gemuk”.

“Ini sakit lambungnya memang gak seperti yang diderita oleh orang kebanyakan”. Sakit kok bangga? Dianggap tubuh sakit spesial itu keren?

Kenapa saya cuma ketawa. Karena berani bertaruh 1000%, level #Foodcombining-nya cuma kelas ngaku-ngaku, pasti abal-abal, kalaupun dilaku.

Teman saya yang ngaku gak bisa kurus tadi. Pernah satu momen, olahraga pagi bareng, ngajak sarapan bareng, saya as usual pesan jus buah.

Yang diminum teman saya? Teh hitam dan kental! Begini kok ngaku #Foodcombining. Minta kurus lagi? Sehat dulu, baru tubuh atur berat sendiri.

Kami berdua memang saat itu makan bubur. Tapi bedanya, saya tunggu jarak 15 menit setelah minum jus buah. Dan seminggu cuma sekali makan itu.

Eh, saya mah jarang sekali ding, pagi hari makan selain buah, bahkan di hari libur sekalipun. Nah, teman saya ini? Teh dan lanjut bubur!

Waktu satu waktu dia komplain lagi masalah #Foodcombining, saya sindir aja tentang juklak pagi yang dilanggarnya itu. Dia gelagapan.

“Cuma sekali itu aja kok, jarang banget”. Saya cuma nyengir sinis, whatever. Satu hal pasti: “tubuh tidak bisa bohong, manusianya bisa!”.

Sementara kerabat yang bolak-balik ngaku #Foodcombining karena ada hubungan dengan saya, tapi masih sakit lambung itu, ada cerita lain.

Satu waktu kami makan bersama. Sementara saya mengkonsumsi menu lokal dengan juklak #Foodcombining ditemani semangkuk sayuran segar, dia?

Makannya sih masih ikuti juklak #foodcombining, nasi gak campur protein. Tapi sayuran segar? Gak ada! Bahkan yang di menunya aja gak dimakan.

Kebetulan menu lokal dia masih ada sayur, walau dimasak, tetap saja wujudnya masih sayur. #Eh, dimakan sekedarnya ding, tapi gak dihabiskan.

Gongnya sih bukan disitu. Kebetulan kami makan beramai-ramai. Nah, salah satu teman memesan rujak buah untuk cuci mulut. Tindakan yang lazim.

Tapi kan gak lazim untuk pelaku #Foodcombining yang hanya makan buah dengan perut kosong. Guess what? Ya benar, kerabat saya ikutan nyomot.

Saya gak komen apapun. Cuma mendapatkan legitimasi lagi, penegasan bahwa #Foodcombining itu gak pernah gagal, pelakunya aja yang sontoloyo.

Eh, bukan pelaku juga ding. Orang yang ngaku-ngaku! Kalau hal kecil dilakukan salah, mungkin masih bisa dimaafkan, selama tidak fundamental.

Tapi kalau hal kecil itu fundamental, dan dilakukan salah tanpa sadar bahwa itu salah, bagaimana bisa berharap sehari-hari ada disiplin?

#Foodcombining #RawFood atau pola makan sehat lain, lahir dari disiplin akibat pemahaman kepada hal fundamental yang dilakukan dengan sadar.

Karena itu pelaku makan sehat biasa mendapati masalah tubuhnya menghilang atau kualitas hidupnya meningkat, seiring dengan kebiasaan melekat.

Kalau merasa sudah lakukan, lantas gak terjadi apa-apa, atau malah kesehatannya memburuk. Balik lagi lah, introspeksi, kontemplasi, apa deh?

Diperlakukan dengan benar, tubuh akan menjadi sangat baik kepada kehidupan kita. Diperlakukan salah, tubuh akan menjadi kejam kepada kita.

Maka itu kalau ngarep #Foodcombining atau pola makan sehat berhasil ya lakukan dulu dengan benar. Jangan ngarep dulu, tapi dilakunya ngasal.

Sekali lagi: “Tubuh tidak bisa bohong, manusianya bisa!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s