Mengapa Harus Mengunyah Agak Lama?

By Andang W Gunawan
Majalah Nirmala edisi September 2012

Pesta Hari Raya baru saja berlalu. Ayo secepatnya kembali ke pola makan sehat, agar hasil puasa Anda tak sia-sia. Kembali lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah segar, tidak berlebihan dengan makanan tinggi protein dan karbohidrat halus, dan menjaga perilaku makan.

Membiasakan diri tidak makan tergesa-gesa dan mengunyah makanan sampai cukup halus untuk ditelan adalah salah satu perilaku makan yang tampaknya sepele namun sebenarnya sangat berperan dalam menjaga kelancaran proses pencernaan. Makan tergesa-gesa menyebabkan sebagian makanan tidak terkunyah sempurna sehingga masih terlalu kasar untuk lambung dan usus halus.

Hampir 80% karbohidrat harus tercerna di rongga mulut karena enzim yang paling aktif di sana adalah enzim untuk mencerna karbohidrat. Sebaliknya protein lebih banyak dicerna di lambung dan hanya 20-30% saja di mulut. Namun gerak peristaltis lambung bukan untuk menggerus atau memotong-motong makanan seperti gigi, melainkan untuk mendorong makanan turun ke usus.

Makanan yang tidak tercerna baik di mulut dan lambung akan berfermentasi atau membusuk di bagian bawah lambung dan usus duabelas jari (usus halus bagian atas).

Makan terburu-buru juga menyebabkan sejumlah udara turut masuk ke dalam lambung. Udara ini, jika dapat keluar lagi melalui kerongkongan dapat mejimbulkan sendawa. Tapi jika udara pada saat itu sudah banyak asam lambung di sana, sebagian asam akan ikut keluar bersama.

kunyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s